Rabu, 8 April 2026

Internasional

Erdogan Minta Paus Fransiskus Beri Hukuman ke Israel

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meminta Paus Fransiskus untuk mendukung sanksi terhadap Israel.

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meminta Paus Fransiskus untuk
mendukung sanksi terhadap Israel.

Erdogan beralasan Palestina akan terus dibantai selama komunitas internasional tidak menghukum Israel.

Dilansir AP, selama panggilan telepon Senin (17/5/2021) dengan paus, Erdogan juga mengatakan pesan dan reaksi
lanjutan dari Paus Fransiskus untuk mendukung Palestina sangat penting.

Dia menilai akan dapat memmobilisasi dunia Kristen dan komunitas internasional," menurut sebuah pernyataan. dari
direktorat komunikasi kepresidenan Turki.

Baca juga: China Berang, AS Blokir Upaya DK PBB Akhiri Pertumpahan Darah di Jalur Gaza

Selama percakapan mereka, Erdogan juga memperbarui seruan kepada komunitas internasional.

Untuk mengambil langkah konkret untuk menunjukkan kepada Israel reaksi dan pelajaran yang menghalanginya,
menurut pernyataan itu.

Pemimpin Turki itu telah terlibat dalam upaya diplomasi telepon untuk mengakhiri penggunaan kekuatan Israel ke
Jalur Gaza, Palestina.

Sementara, Vatikan telah mengkonfirmasi Paus Fransiskus bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran.

Baca juga: Israel Benar-benar Biadab, Jet Tempur Tewaskan 200 Orang di Jalur Gaza, Ribuan Lainnya Terluka

Selain berbicara melalui telepon dengan presiden Turki di tengah kekerasan Israel dan Palestina.

Vatikan mengatakan Francis berbicara melalui telepon sekitar jam 9 pagi dengan Presiden Turki Recep Tayyip
Erdogan.

Kemudian, dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, yang berada di Roma pada
kunjungan yang diumumkan sebelumnya.

Vatikan tidak memberikan komentar tentang isi pembicaraan tersebut.

Baca juga: Israel Semakin Brutal, PM Netanyahu Perintahkan Semua Alutsista Digunakan untuk Bombardir Gaza

Pada Minggu (16/5/2021), Paus Fransiskus meminta ketenangan dan bantuan internasional untuk membuka jalan
dialog Israel-Palestina.

Berbicara selama pemberkatan hari Minggu, Francis mengatakan kematian anak-anak dalam gelombang kekerasan
terbaru menjadi tanda tidak lagi membangun masa depan.

Tetapi ingin menghancurkan generas muda Palestina.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved