Breaking News

Berita Aceh Barat Daya

Bahas Hama Lalat, Dinas Pertanian Abdya dan Dandim Lakukan Pertemuan Dengan Pengelola Ayam

Distanpan Abdya melakukan pertemuan dengan pengelola ayam yang diduga pemicu penyebab serangan hama lalat di sejumlah Gampong di Kuala Batee

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Dandim 0110/Abdya, Letkol Arip Subagiyo (tengah), Kadistanpan, drh Nasruddin, camat Kuala, dan sejumlah Keuchik yang terdampak serangan hama lalat dan penggelola ayam melakukan rapat, Rabu (19/5/2021) di dinas pertanian setempat. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Distanpan Abdya) melakukan pertemuan dengan pengelola ayam yang diduga pemicu penyebab serangan hama lalat di sejumlah Gampong di Kuala Batee.

“Iya, kita sudah turun ke lapangan dan tadi juga sudah memanggil pihak pengelola ayam, dan Alhamdulillah mereka bersedia melakukan penyemprotan, membuang kotoran ke tempat aman” ujar kepala Distanpan Abdya, drh Nasruddin.

Dalam pertemuan itu, sebutnya, juga ada hadir Dandim 0110/Abdya, Letkol Arip Subagiyo, camat Kuala, dan sejumlah Keuchik yang terdampak serangan hama lalat. 

Salah seorang warga di Lhok Gajah, Kuala Batee memperlihatkan hama lalat yang masuk dalam perangkap, Selasa (18/5/2021)
Salah seorang warga di Lhok Gajah, Kuala Batee memperlihatkan hama lalat yang masuk dalam perangkap, Selasa (18/5/2021) (SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA)

“Pak Dandim juga ikut, dan sudah meminta babinsa agar mengawal selama pembersihan tempat ini.

Karena, mulai hari ini hingga tiga hari kedepan, pihak pengelola kandang ayam berjanji akan melakukan penyemprotan, membersihkan kotaran ayam,” ungkapnya.

Jika dalam waktu tiga hari itu persoalan hama lalat itu tidak tuntas, sebutnya, maka pihaknya akan menyurati perusahaan menghentikan sementara bibit ayam ke peternakan yang berada di Gampong Lhok Gajah tersebut.

Baca juga: Warga Kuala Batee Abdya ‘Diserang’ Hama Lalat, Diduga Berasal dari Tempat Ini

“Makanya, sampai Senin ini kita lihat, kalau mereka menyanggupi, ya tidak masalah, dan boleh kembali beroperasi, kalau tidak diindahkan, maka akan kita surati dan evaluasi keberadaan kandang ini,” sebutnya.

Menurutnya, hama lalat itu dipicu akibat kurangnya manajemen dalam pemeliharaannya, termasuk dalam penggunaan obat-obatan penyemprotan obat, disinpektan yang belum maksimal.

“Harusnya pihak pengelola untuk antisipasi becek, di bawah kandang itu harus ada penyerapan air seperti tanah pasir dan debu.

Hasil survei kita ke lokasi, seluruhnya tidak ada, jadi ketika masuk musim penghujan, maka terjadilah seperti ini,” paparnya.

Baca juga: Target Vaksin 70 Juta, Menko Airlangga: Vaksin Gotong Royong Percepat Vaksinasi untuk Usia Produktif

Untuk itu, Nasruddin mengaku telah menyurati pihak perusahaan agar membenahi beberapa manajemen pengelolaan kandang ayam tersebut, agar persoalan serangan hama tidak terjadi kembali.

“Kita inginnya, usaha tetap jalan, masyarakat terhindar dari penyakit, dan saya rasa rapat hari ini sudah ada solusinya,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di beberapa Gampong di Kecamatan Kuala Batee mengeluhkan ‘serangan’ hama lalat.

Baca juga: UTU dan 16 PTN Buka Jalur Mandiri, Ini Syarat, Jadwal dan Biaya

Hama lalat diduga bersumber dari salah satu tempat peternakan ayam di Gampong Lhok Gajah. Kini, hama lalat itu sudah memasuki rumah warga.

Akibatnya, selain Gampong Lhok Gajah, sejumlah Gampong tetangga seperti, Gampong Ie Mameh, Gampong Rumah Panjang, Gampong Keude Baroe, Gampong Alue Pisang, Gampong Krueng Batee, Muka Blang dan Gampong Lama Muda, juga terkena imbas dari serangan hama lalat tersebut. (*)

Baca juga: Satpol PP Aceh Tangkap 25 PNS dan 3 Orang Tenaga Kontrak, Nongkrong di Warkop Hari Pertama Kerja

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved