Breaking News:

Internasional

Netanyahu Kesampingkan Gencatan Senjata dengan Palestina, Andalkan Dukungan Presiden AS Joe Biden

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan bersedia menyepakati gencatan senjata dengan Palestina.

Editor: M Nur Pakar
AP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan bersedia menyepakati gencatan senjata dengan Palestina.

Bahkan, operasi militer terhadap kelompok pejuang Hamas akan terus berlanjut, meskipun ada seruan internasional untuk gencatan senjata.

Dilansir AP, Selasa (18/5/2021), Netanyahu mengandalkan dukungan Presiden AS, Joe Biden yang menyebut Israel berhak membela diri.

Hari Minggu (16/5/2021) menandai serangan paling mematikan dalam putaran terakhir kekerasan, dengan sedikitnya 42 orang tewas di Jalur Gaza, termasuk 10 anak-anak, menurut Associated Press (AP).

"Kami berharap ini tidak berlangsung lama, tapi kami diserang oleh Hamas," kata Netanyahu.

"Ribuan roket dan rudal di kota-kota kami dan saya pikir setiap negara harus mempertahankan diri," tambahnya.

"Kami memiliki hak alami untuk membela diri," tegasnya.

"Kami akan melakukan apa pun untuk memulihkan ketertiban dan ketenangan," katanya.

Baca juga: Bantu Palestina, ACT Galang Bantuan Wakaf Ambulans Prehospital

Dia melanjutkan:

"Kami mencoba menurunkan kemampuan Hamas dan keinginan mereka untuk melakukan ini lagi."

"Jadi itu akan memakan waktu."

"Saya berharap ini tidak akan lama lagi tapi tidak segera."

Laporan sebelumnya mengindikasikan Israel bisa menuju gencatan senjata.

Tetapi selama pidato yang disiarkan televisi, Netanyahu mengatakan serangan itu akan berlanjut dengan kekuatan penuh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved