Breaking News:

Berita Aceh Utara

Target Operasional Pabrik NPK Milik PT PIM Diundur ke Tahun 2022, Ini Sebabnya

Rencana operasional pabrik pupuk Pabrik Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK) Chemical milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) diundur

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Yuanda Wattimena 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Rencana operasional pabrik pupuk Pabrik Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK) Chemical milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di kompleks pabrik perusahaan tersebut diundur dari jadwal awal Desember 2021 menjadi April 2022. 

Hal ini karena pembangunan pabrik tersebut terkendala dengan pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Untuk diketahui PIM meneken kontrak pembangunan Pabrik NPK Chemical berkapasitas 500.000 ton pertahun dengan PT PP (persero), sebagai Kontraktor EngineeringProcurementConstruction(EPC), pada 28 Februari 2019 di Jakarta. 

Baca juga: Penadah Emas Hasil Curian Diringkus Polisi, Begini Kronologisnya

Pabrik itu dibangun berdampingan dengan Pabrik Pupuk Urea dan Amoniak yang sudah ada dengan nilai investasi Rp 1 triliun. 

“Pabriknya sudah dipesan di luar negeri, di Spanyol. Tapi karena pandemi Covid sehingga terbatas ekspor barang, itu yang menjadi kendala, sehingga proyeknya ditargetkan baru selesai pada April 2022,” ujar Sekretaris Perusahaan (Sekper) PIM, Yuanda Wattimena kepada Serambinews.com, Rabu (20/5).

 Padahal target awal selesai pada Desember 2021. 

Menurut Sekper PIM, pihaknya penyedia pabrikasinya juga sudah menyampaikan pengunduran pengiriman komponen pabrikasinya ke kontraktor yang membangun pabrik.

Baca juga: Ayah Setubuhi Anak Tiri di Nagan Terungkap, Berawal Cekcok dan Pukul Nyamuk, Korban Pernah Menikah

 “April 2022 itu direncanakan pembangunan pabriknya sudah selesai, kemudian selanjutnya baru kita tentukan operasinya,” ujar Yuanda. 

Disebutkan, pabrik NPK tersebut dipesan ke Spanyol, karena pihaknya menggunakan lisensi Petrokimia Gresik yang juga anak perusahaan Pupuk Indonesia, dan sudah terbukti pabriknya bagus.

Baca juga: Tujuh Penambang Emas Jadi Tersangka di Nagan Raya, Alat Berat dan Emas Diamankan

 “Pembangunannya di lapangan tetap berlangsung, meskipun Covid. Proses engineering dan konstruksi terus berjalan,” katanya. 

Saat ini, kata Sekper PIM, sedang fokus pada pengadaan alat berat dari Spanyol, dan itu yang berpotensi terlambat, sehingga berpotensi pembangunan pabrik juga terlambat selesai dari jadwal yang sudah ditentukan. 

“Karena harus bersamaan pemasangan komponen pabrikasinya dengan pembangunan konstruksinya,” kata Sekper.(*)

Baca juga: Seekor Biawak Obrak-Abrik Seisi Rumah, Tim Rescue DPKP Kota Banda Aceh Turun Tangan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved