Konflik Palestina
UAS Ceritakan Pengalaman Tinggal Bersama Mahasiswa Asal Palestina: Merdeka atau Mati Syahid
Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui postingan Instagram @ustadzabdulsomad_official, Senin (17/5/2021) membagikan pengalamannya.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Konflik Palestina Israel masih berlanjut dan tidak kunjung usai.
Perang sampai pertumpahan darah ini terjadi dari tahun ke tahun, sulit menghitung berapa jumlah korban jiwa maupun jumlah materi habis digunakan untuk peperangan.
Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui postingan Instagram @ustadzabdulsomad_official, Senin (17/5/2021) membagikan pengalamannya ketika masih menempuh kuliah.
Ceritanya, dahulu ia tinggal bersama di asrama dengan mahasiswa berasal dari Palestina.
Bertanya mengenai keberadaan keluarga di Palestina, sahabat UAS mengatakan mereka tidak akan pergi dari Palestina.
Baca juga: Kepala Dinas Syariat Islam Ajak Masyarakat Ikuti Imbauan Wali Kota Langsa Doakan Muslim Palestina
Meskipun tindakan-tindakan Israel membuat mereka merasa kesakitan.
“Saya pernah satu asrama dengan orang Palestina, Bagaimana keadaan keluargamu di sana? (tanya UAS)
Apa kata dia? Abdul Somad, seandainya mereka bunuh kami, sudah lama kami mati.
Tapi mereka tidak ingin kami mati, mereka datang ke tempat kami, mereka pecahkan tempat air, mereka buat kami kehausan setengah mati, mereka ambil kami dengan senjata laras panjang, mereka pecahkan tempat-tempat minyak zaitun.
Mereka tahu kami tak dapat hidup tanpa zaitun, mereka hancurkan sawah, gandum, makanan pokok kami, mereka ingin membuat kami menderita setengah mati.
Tapi kami tidak akan meninggalkan negeri ini. Sampai isy kariman, hidup mulia Palestina merdeka atau mati sebagai orang syahid,” demikian cerita UAS seperti pada postingan Instagram.
Baca juga: Bombardir Palestina, Ketua DPRK Banda Aceh: Israel Labrak HAM dan Hukum Internasional
Melansir dari Kompas.com, Senin (17/8/2021) Kabar Palestina terkini, serangan udara Israel membombardir Jalur Gaza pada Senin (17/5/2021), membuat lebih dari 200 orang tewas dalam seminggu, sebagian besar warga Palestina.
Sebelum fajar, dalam waktu hanya beberapa menit, puluhan serangan Israel membombardir daerah yang dikontrol Hamas itu, menurut pantauan AFP.
Dalam berita Gaza Palestina terbaru, api menerangi langit saat ledakan besar mengguncang kota itu, memicu pemadaman listrik dan merusak ratusan bangunan.
Sekitar 3.100 roket juga telah ditembakkan oleh Hamas sejak konflik Israel Palestina memburuk pada 10 Mei.