Breaking News:

Perlu Komunikator Internasional Tengahi Konflik Palestina dan Israel

Akademisi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Abdul Rani Usman MSi menilai perlu adanya komunikasi internasional

AFP/EMMANUEL DUNAND
Tentara Israel melepaskan tembakan artileri ke Jalur Gaza dari posisi mereka di sepanjang perbatasan dengan Palestina, Senin (17/5/2021) malam. 

BANDA ACEH - Akademisi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Abdul Rani Usman MSi menilai perlu adanya komunikasi internasional untuk menengahi konflik Palestina dan Israel yang kembali memanas dalam semingu terakhir.

Komunikasi internasional tersebut meliputi komunikasi segitiga antara Presiden Amerika Serikat, Presiden Tiongkok, dan PBB. Untuk itu, diperlukan seorang komunikator yang mampu berdiplomasi dengan ketiga pimpinan dunia itu.

“Dengan kondisi seperti itu perlu solusi terbaik dari komunikator internasional,” ujar Dosen Komunikasi Internasional UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini kepada Serambi, Rabu (19/5/2021).

Rani menyebut, konflik berkepanjangan yang terjadi di Negeri Anbiya itu telah menyebabkan kematian dan penderitaan masyarakat sipil, termasuk kerusakan infrastruktur penting. Karea itu penting mencari solusi secepatnya untuk mengatasi krisis tersebut.

Selain itu, menurut Abdul Rani Usman, persatuan dari para pimpinan di Timur Tengah juga sangat penting untuk mendukung penegakan HAM, khususnya di Jalur Gaza. Selanjutnya para tokoh Palestina juga harus melakukan diplomasi dengan pimpinan dunia, dengan meminta perlindungan agar korban jiwa dari warga sipil tidak terus bertambah.

“Arab Saudi juga perlu terlibat membantu rakyat Palestina, khususnya bidang infrastruktur, sandang dan pangan. Sementara secara politik keamanan, perlu keterlibatan Iran karena konflik timur tengah sedikitnya ada solusi dari Teluk Persia,” tuturnya.(yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved