Breaking News:

Internasional

Menlu Arab Kutuk Israel, Kekejaman Terhadap Warga Palestina Terus Berlanjut

Para Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab mengutuk keras Israel yang terus bertindak kejam terhadap warga Palestina.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Demonstran dekat rumah keluarga Palestina, yang diperintahkan pengadilan Israel untuk diusir memprotes keputusan pengadilan di Sheikh Jarrah, Jerusalem Timur pada 18 Januari 2019. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Para Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab mengutuk keras Israel yang terus bertindak kejam terhadap warga Palestina.

Saat bersamaan, Hamas dan Israel telah menyepakati gencatan senjata untuk mengakhiri perang 11 hari pada Jumat (21/5/2021) dinihari.

Tetapi, para Menlu Arab menilai agresi Israel akan terus berlanjut terhadap rakyat Palestina.

"Itu jelas-jelas pelanggaran hukum internasional, tetapi tidak ada tindakan dari Dunia," kata Menlu Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan.

Dia menyampaikan itu saat berbicara pada pertemuan darurat Majelis Umum PBB di New York pada Kamis (20/5/2021).

Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan kekejaman Israel selama ini terhadap Palestina jelas-jelas melanggar Piagam PBB.

Dimana, tidak dapat diterimanya akuisisi wilayah dengan kekerasan dan melarang segala ancaman terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas.

Baca juga: Sekjen PBB Minta Israel dan Palestina Cari Solusi Akar Penyebab Konflik

Faisal menyebut ha itu telah merusak kesempatan untuk solusi dua negara.

Dia menyebut Israel terus mempromosikan kekerasan dan ekstremisme.

Bahkan, Israel dengan dukuang AS terus menghentikan semua upaya internasional untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu, kata Pangeran Faisal.

Dia menambahkan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menolak dan mengutuk pendudukan Israel yang berkelanjutan di tanah Palestina.

Apalagi, Israel telah membentuk rezim apartheid melalui pembangunan permukiman Yahudi.

Tetapi, sebelum pemukiman Yahudi dibanguna, rumah warga Palestina dihancurkan.

Baca juga: Sekjen PBB: Anak-anak Gaza, Hidup Seperti Dalam Neraka

Dikatakan, pembangunan tembok, penyitaan tanah Palestina, rumah dan properti secara paksa, merupakan pelanggaran hukuman internasional.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved