Internasional
Sekjen PBB Minta Israel dan Palestina Cari Solusi Akar Penyebab Konflik
Sekjen PBB Antonio Guterres meminta Palestina dan Israel mencari solusi akar penyebab konflik berkepanjangan di wilayah itu.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Sekjen PBB Antonio Guterres meminta Palestina dan Israel mencari solusi akar penyebab konflik berkepanjangan di wilayah itu.
Namun, dia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat yang mulai berlaku Jumat (21/5/2021) dinihari.
Dilansir AFP, dia meminta komunitas internasional untuk bekerjasam dengan PBB.
Dalam paket dukungan yang kuat untuk rekonstruksi dan pemulihan yang cepat dan berkelanjutan di Jalur Gaza.
Baca juga: VIDEO - Pemandangan Kehancuran di Gaza setelah Pemboman Besar-besaran Militer Israel
Inggris juga menyambut gencatan senjata, dengan Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengatakan:
"Semua pihak harus bekerja untuk membuat gencatan senjata tahan lama."
"Mengakhiri siklus kekerasan yang tidak dapat diterima ini."
Sebelumnya, para pejabat Israel bertemu untuk menyetujui proposal gencatan senjata.
Saat tembakan roket terus berlanjut ke komunitas selatan Israel, dekat perbatasan Gaza.
Tentara Israel telah memerintahkan penduduk daerah itu untuk tinggal di rumah mereka.
Sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Baca juga: Sekjen PBB: Anak-anak Gaza, Hidup Seperti Dalam Neraka
Tak lama setelah gencatan senjata diumumkan, Jihad Islam sesumbar telah berhasil mempermalukan Israel.
Kelompok itu juga berjanji untuk tetap menjadi pembela orang-orang Palestina di Jerusalem.
Pengeboman Israel menargetkan fasilitas militer di Jalur Gaza.
Dimulai setelah bentrokan polisi Israel dan pengunjuk rasa Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Hamas telah memberi pasukan Israel batas waktu pukul 18.00 untuk meninggalkan kompleks itu.
Salah satu tempat paling suci Islam dan mungkin situs religius paling sensitif di dunia.
Ketika tenggat waktu berakhir, Hamas meluncurkan roket ke Tel Aviv dan wilayah lainnya.
Sebaliknya, militer Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza.
Tentara Israel mengatakan telah mencapai ratusan sasaran militer di Gaza dan menewaskan puluhan komandan Hamas.
Netanyahu mengatakan, kampanye itu membuat kemampuan militer Hamas dan Jihad Islam mundur bertahun-tahun.
Kelompok Palestina dan internasional menuduh Israel sembarangan menyerang situs non-militer.
Israel mengatakan mengambil semua langkah untuk menghindari korban sipil.
Baca juga: WHO Minta Israel Beri Akses Bantuan Kemanusiaan Masuk Jalur Gaza
Seperti menelepon penduduk untuk memperingatkan mereka tentang serangan yang akan segera terjadi.
Israel menyalahkan Hamas karena menempatkan senjata dan situs militer di daerah padat penduduk.
Kerusuhan itu juga meningkatkan ketegangan secara tajam.
Memicu kekerasan antara orang Yahudi dan Arab-Israel.
Sementara pengunjuk rasa Palestina di Tepi Barat dan Jerusalem Timur berulang kali bentrok dengan pasukan keamanan Israel.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekjen-pbb-antonio-guterres_20170213_095103.jpg)