Rabu, 29 April 2026

Syamsuddin Mahmud Meninggal

Ketua PPTIM: Almarhum Pak Syam Minta Dibuatkan Buku Tentang Diaspora Aceh

Pak Syam merupakan figur yang sangat merakyat. Apapun undangan dan siapapun yang mengundangnya, selama ada waktu, pasti ia penuhi.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Dok PPTIM
Foto Almarhum Pak Syam bersama masyarakat Aceh Jakarta 

Sebagai aktivis mahasiswa, dia pernah menjadi President Indonesia Student Association (ISA) di Ghent University.

Baca juga: 24 Jam Terkahir 135 Orang Terpapar Covid-19, Dirawat 2.000 Pasien

Baca juga: Gerhana Bulan Total 26 Mei, Shalat Gerhana, Shalat Sunat yang Dikuatkan Seperti Shalat Idul Fitri

Baca juga: Kabar Duka! Ayah Rizki DA Meninggal, Nadya Mustika Beri Tanda Hati untuk Suami, Jelaskan Firasat

Dalam meniti karir sebagai seorang guru sebagaimana diutarakan dalam buku biografinya, dia pernah menjadi Dekan FE Unsyiah, Team Policy Research (TPR) Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan anggota tim penasehat Presiden BJ Habibie, 1998. 

Selama di Jakarta, Pak Syam sangat aktif dalam perkumpulan TIM baik sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta, maupun sebagai anggota dan Ketua Dewan Penasehat PPTIM serta menjadi Anggota Pembina Yayasan FOBA, Yayasan Malem Putra dan Yayasan Kesejahteraan TIM. 

Pak Syam memperoleh beberapa penghargaan: Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebaktian Tingkat I (1990), Medali Tanda Jasa Kelas I (1993), Penghargaan Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu (1994), Tanda Kehormatan Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya (1996), Tanda Jasa Satya Lencana (1995,1996, 1997) dan Tanda Jasa Kehormatan Setia Mahkota dari Yang Dipertuan Agong Perlis (1996).(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved