Rabu, 8 April 2026

Syamsuddin Mahmud Meninggal

Ketua PPTIM: Almarhum Pak Syam Minta Dibuatkan Buku Tentang Diaspora Aceh

Pak Syam merupakan figur yang sangat merakyat. Apapun undangan dan siapapun yang mengundangnya, selama ada waktu, pasti ia penuhi.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Dok PPTIM
Foto Almarhum Pak Syam bersama masyarakat Aceh Jakarta 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Aceh kembali kehilangan tokoh dan figur kebanggaan dan dicintai, Prof Syamsuddin Mahmud,meninggal dunia Sabtu (22/5)2021) di RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh.  

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Gubernur Aceh, Pak Syam, demikian almarhum akrab disapa, sempat lama bertempat tinggal di Jakarta. 

“Selama di Jakarta, Pak Syam sangat aktif dalam organisasi TIM. Beliau selalu menjadi penasehat PPTIM dan bahkan ketika di Jakarta dibentuk perwakilan Majelis Adat Aceh, Pak Syam juga menjadi ketua," kata Surya Darma, Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda ( PPTIM), organisasi perkumpulan masyarakat Aceh Jabodetabek.

Pak Syam merupakan figur yang sangat merakyat. Apapun undangan dan siapapun yang mengundangnya, selama ada waktu, pasti ia penuhi. 

"Ketika beliau berada di Aceh beberapa waktu lalu dan kemudian jarang keluar dari rumah karena kondisi Covid 19, beliau minta PPTIM menyelesaikan dua hal untuk literasi bagi generasi mendatang yaitu, sejarah berdiri dan berkembangnya oraganisasi TIM sampai sekarang dan kiprah para Diaspora Aceh untuk dibukukan. Bahkan Pak Syam juga ikut berkontribusi untuk meyampaikan beberapa informasi tambahan  medukung penyelesaian ke dua buku tersebut," ujar Surya Darma.

Baca juga: Innalillah - Prof Dr H Syamsuddin Mahmud, Mantan Gubernur Aceh Meninggal Dunia di RSUZA

Baca juga: Mengenang Prof Syamsuddin Mahmud, Mantan Gubernur dan Pencetus Sekolah Unggul Pertama di Aceh

Baca juga: Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Mantan Gubernur Syamsuddin Mahmud

PPTIM akhirnya bisa menyelesaikan buku yang diminta a Pak Syam itu dan dalam waktu tidak lama lagi akan diluncurkan ke publik.

"Alhamdulillah kedua pesan tersebut sudah diselesaikan dan buku Diaspora Aceh sedah selesai dicetak dan buku TIM Menembus Masa juga sedang psoses pencetakan. Sayang sekali, beliau tidak sempat membacanya karena baru akan diluncurkan pada 13 Juni 2021 yang akan datang. Pak Syam memang memiliki daya ingat sejarah yang sangat kuat dan bisa menjadi kamus berjalan selama masa masa hidupnya," kenang Surya Darma lagi.

Pak Syam adalah tokoh penggagas berdirinya tiga sekolah unggul yang ada di Aceh yakni SMA Modal Bangsa, Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa, dan SMA 9 Tunas Bangsa. 

"Kebijakan Prof Syamsuddin Mahmud terhadap pendidikan di Aceh memiliki dampak yang sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari prestasi ketiga sekolah unggul yang telah dibangun oleh Prof Syamsuddin Mahmud dimana alumni-alumni dari sekolah yang didirikan banyak yang lulus perguruan tinggi unggulan tingkat nasional maupun internasional," ujar Surya Darma.  

Syamsudin adalah Guru Besar Ekonomi Moneter FEB Unsyiah yang diresmikan oleh presiden Sukarno, 1961. Profesor Syamsuddin Mahmud, adalah dosen pertama yang memperoleh gelar doktor dan pernah menjadi Rektor I Unsyiah.

Baca juga: Warga Tangse Pidie Diamuk Gajah, Korban Kini Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: VIDEO Aksi Mahasiswa Langsa Bela Palestina, Minta Presiden Jokowi Desak PBB Lindungi Masjid Al Aqsa

Baca juga: Pengendara CBR yang Tabrak Waled Ibrahim Ulee Titi Alami Pendarahan di Kepala Dirawat di RS Meuraxa

Syamsuddin Mahmud lahir di Kampung Lada, Beureunun, Pidie, Aceh, 24 April 1935.  Masuk SR pada usia 10 tahun, lalu ke SMP di Sigli.

Dia lanjut belajar di SMA TMD yang didirikan Nyak Yusda dan kawan-kawan di Menteng, Jakarta.

Kemudian kuliah di FE UI, sambil mengajar di beberapa SMA, tamat tahun 1963. Setelah jadi sarjana, dia mengabdi sebagai pengajar di Unsyiah sampai dapat tugas belajar ke Ghent University Belgia.

Dia menjadi putra Aceh pertama dari Unsyiah menyelesaikan doktor tahun 1974.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved