Selasa, 5 Mei 2026

Internasional

Uni Emirat Arab Siap Fasilitasi Perdamaian Palestina-Israel, OKI Serukan Solusi Dua Negara

Uni Emirat Arab (UEA) siap memfasilitasi perdamaian Palestina dan Israel, seusai keduanya sepakati gencatan senjata.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/JACK GUEZ
Tank tempur Merkava Israel melepaskan tembakan artileri ke Jalur Gaza, dari posisi perbatasan Palestina, Kamis (20/5/2021). 

SERAMBINEWSCOM, DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) siap memfasilitasi perdamaian Palestina dan Israel, seusai keduanya sepakati gencatan senjata.

Kantor berita negara UEA, Minggu 23/5/2021) melaporkan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al-Nayhan siap mewujudkan perdamaian.

Komentar Sheikh Mohamed datang saat panggilan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.

Dia memberi apresiasi ke Mesir yang telah berhasil menggerakkan gencatan senjata Israel dan Palestina setelah 11 hari pertempuran.

Baca juga: Ribuan Warga Inggris Berdemo, Kutuk Serangan Udara Israel ke Jalur Gaza

UEA, yang tahun lalu menandatangani perjanjian menormalkan hubungan dengan Israel, siap bekerja dengan semua pihak.

Khususya mempertahankan gencatan senjata.

Kemudian, menemukan cara baru untuk mengurangi eskalasi dan mencapai perdamaian, ucap Sheikh Mohammed.

Sedangkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Sabtu (22/5/2021) mengatakan permusuhan Palestina dan Israel telah dihentikan dengan gencatan senjata.

Tetapi, untuk mencapai perdamaian abadi harus didasarkan pada solusi dua negara, dialog dan resolusi PBB yang relevan.

Pembentukan negara Palestina merdeka dengan perbatasan 1967.

Baca juga: Kisah Horor dari Puing-puing Bangunan Gaza Dirudal Jet Tempur Israel Terus Bermunculan

Jerusalem Timur sebagai ibukotanya sangat penting untuk mencapai perdamaian yang adil, abadi dan komprehensif, kata OKI.

Sekjen OKI, Dr. Yousef Al-Othaimeen menegaskan penolakan dan kecaman terhadap pendudukan Israel yang berkelanjutan atas tanah Palestina.

Termasuk Jerusalem Timur dan pembentukan sistem apartheid di dalamnya.

Melalui pembangunan permukiman, penghancuran properti Palestina.

Kemudian, pembangunan tembok ekspansi, penyitaan tanah, rumah dan properti.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved