Internasional
Pemimpin Kudeta Mali, Assimi Goïta Deklarasikan Diri Sebagai Presiden
Pemimpin junta militer Mali, Kolonel Assimi Goïta telah menyatakan dirinya sebagai presiden transisi negara itu.
SERAMBINEWS.COM, BAMAKO - Pemimpin junta militer Mali, Kolonel Assimi Goïta telah menyatakan dirinya sebagai presiden transisi negara itu.
Dia membuat pengumuman setelah mencabut kekuasaan sementara Presiden Bah Ndaw dan Perdana Menteri Moctar Ouane.
Kedua pemimpin yang digulingkan itu dibebaskan dari penahanan militer.
Tempat mereka ditahan sejak Senin (24/5/2021.
Dimana, dianggap sebagai kudeta kedua Mali dalam sembilan bulan.
Perebutan kekuasaan terjadi setelah perombakan kabinet yang dikeluhkan oleh Kolonel Goïta sehingga dia tidak berkonsultasi.
Baca juga: Jaksa Lebanon Mulai Selidiki Rencana Kudeta Untuk Mengguncang Negara
Dua perwira militer yang terlibat dalam kudeta sebelumnya kehilangan pekerjaan dalam perombakan tersebut.
Dilansir BBCNews, Kamis (27/5/2021), situasi di Mali saat ini dikatakan mencekam tapi tenang.
Kolonel Goïta sebelumnya mengatakan bahwa Presiden Bah Ndaw dan PM Moctar Ouane telah gagal dalam tugas dan berusaha menyabotase transisi negara.
Mereka ditangkap beberapa jam setelah perombakan dan mengundurkan diri dari posisi mereka saat ditahan pada Rabu (26/5/2021).
Mengumumkan pembebasan pada Kamis (27/5/2021), ajudan Kolonel Goïta Baba Cisse mengatakan, "kami tidak menentang mereka".
Dia menambahkan keberadaan mereka akan dirahasiakan demi keamanan mereka sendiri.
Kolonel Goïta mengatakan pemilihan masih akan berjalan tahun depan sesuai rencana.
Pembebasan mantan pemimpin telah diminta oleh PBB, Uni Afrika, Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (Ecowas), Uni Eropa dan AS.
Mereka ditahan di kamp militer di luar ibu kota, Bamako, sejak penangkapan mereka pada Senin malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemimpin-kudeta-militer-mali.jpg)