Breaking News:

Leher dan Tangan Bocah Diikat, Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid

Video berdurasi 15 detik yang merekam seorang pria dewasa mengikat leher, dan dua tangan ke belakang seorang bocah berusiah 13 tahun

Editor: bakri
Kiriman warga 
Seorang Bocah di Aceh Utara diikat leher dan dua tanganya karena diduga mencuri kotak amal masjid 

LHOKSUKON – Video berdurasi 15 detik yang merekam seorang pria dewasa mengikat leher, dan dua tangan ke belakang seorang bocah berusiah 13 tahun dengan tali nilon, pada Rabu (26/5) sore, mendadak viral di media sosial. Belakangan terungkap pria itu adalah Bachtiar Johan, Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Gampong Cempedak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Kasus itu berawal saat pengurus Masjid Gampong Cempeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara mendapati aksi pencurian kotak amal yang dilakukan seorang bocah berinisial F (13), pada Senin (24/5/2021), melalui rekaman CCTV. Lalu, pengurus masjid menjemput bocah tersebut ke rumahnya dan kemudian membawanya ke sebuah lokasi untuk menginterogasinya.

Dalam video itu, seorang bocah dengan kondisi kedua tangan sudah terikat ke belakang dengan tali nilon berwarna biru. Lalu, seorang pria dewasa menjerat lagi leher si anak dengan seutas tali nilon warna kuning. Kemudian menariknya agar anak itu berjalan mengikutinya. Sedangkan dalam satu video berdurasi memperlihatkan bocah itu diinterogasi.

Namun, tiba-tiba video yang direkam pada saat kejadian Senin (24/5), baru beredar di media sosial facebook dan grup WhatssApp pada Rabu (26/5) sore, sehingga mendadak viral. Sedangkan kasus pencurian kotak amal tersebut sudah diselesaikan polisi pada Selasa (25/5/2021), setelah keluarga bocah itu membayar uang yang dicuri sebesar Rp 1,5 juta.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Ahmad Yani kepada Serambi, Kamis (26/5/2021), menyebutkan, kasus pencurian kotak masjid tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak keluarga pelaku dengan pengurus Masjid.

“Pengurus masjid dan pihak keluarga dari si anak itu, sudah sepakat berdamai dan bersedia untuk menggantikan uang yang diambil sebesar Rp 1,5 juta” ujar Kapolsek AKP Ahmad Yani.

Kapolsek menjelaskan, pelaku diamankan warga pada Senin, 24 Mei 2021. Kemudian, personel Polsek Tanah Jambo Aye menjemput pelaku dan membawanya ke Mapolsek. “Di hari yang sama, kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan di Kantor Polsek Tanah Jambo Aye,” ujar AKP Ahmad Yani.

Pada saat itu, sebut Kapolsek, pihaknya belum mengetahui ada warga yang bertindak menjerat leher anak (pelaku) tersebut, dan tindakan tersebut terekam dalam video.  “Nanti akan dilakukan penyelidikan. Kita tindak lanjuti dan memanggil orang yang melakukan hal itu seperti dalam video tersebut,” pungkas Kapolsek.

Setelah video berdurasi 15 detik yang memperlihatkan seorang pria dewasa mengikat leher dan dua tangan seorang bocah viral di media sosial, kemudian pelaku menyampaikan permohonan maaf atas perlakuan itu. Permohonan maaf disampaikan pria tersebut dalam video berdurasi 35 detik yang kini juga sudah beredar.

“Saya Bachtiar Johan selaku kaur pemerintahan di Gampong Ceumpedak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, sehubungan dengan kejadian pencurian kotak amal Baiturahman, Cempedak yang dilakukan oleh (nama anak), dan pada saat tersebut saya ada melilitkan tali di leher (nama anak) itu hanya sekedar shock therapy untuk anak tersebut. Atas tindakan tersebut, saya meminta maaf, apabila ada yang merasa keberatan,” ujar Bachtiar.(jaf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved