Pandemi Covid 19
Galeri Kopi Indonesia Aceh Tengah Alami Penurunan Pendapatan Drastis Akibat Pandemi
Galeri Kopi Indonesia mengalami penurunan pendapatan hingga 50 persen selama pandemi Covid-19 sejak tahun lalu.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Fikar W Eda | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Galeri Kopi Indonesia (GKI), Kayu Kul, Pegasing, Aceh Tengah mengalami penurunan pendapatan drastis,mencapai 50 persen selama pandemi Covid-19 sejak tahun lalu.
"Sangat kentara pengaruh pandemi ini. Pendapatan kami menurun sampai 50 persen dibanding sebelum pandemi," kata Sahru Gayo, pemilik Galeri Kopi Indonesia (GKI), Sabtu (29/5/2021) petang.
GKI tetap buka selama pandemi meskipun dilakukan pembatasan sesuai arahan pemerintah, seperti penerapan protokol kesehatan.
"Kami tetapi buka, sebab kalau tidak, dapur kami tidak berasap. Di sini ada tujuh karyawan yang bekerja," kata Sahru yahg pernah menjadi duta kopi Gayo dari Aceh Tengah.
GKI juga memproduksi cerutu Gayo dengan merek Gayo Mountain Cigar (GMC). Menurut Sahru, apabila GKI tutup, maka dengan sendirinya produksi cerutu juga tersendat, sebab rumah produksi GMC di sini," katanya.
Tapi Sahru masih berbesar hati dan tetap bersyukur, bahwa pelanggan lokal Aceh tetap setia mengunjungi GKI dan menikmati sajian menu yang ditawarkan.
"Kalau pelanggan lokal Aceh tidak berubah. Pelanggan luar Aceh dan luar negeri yang turun drastis lantaran Covid. Terakhir kami menerima tamu penikmat kopi dari Turki, beberapa waktu sebelum Covid. Setelah itu praktis tidak ada lagi tamu luar daerah yang datang akibat pembatasan mobilitas sebagai dampak Covid," ujarnya.
Baca juga: Formasi CPNS Nagan Raya 228 Orang, Tapi belum Ada Rincian, Khusus Guru 474 PPPK tanpa CPNS Lagi
Baca juga: Pemerintah Indonesia Umumkan 6.565 Kasus Baru Covid-19
Baca juga: Rencana Beli Alutsista hingga Rp 1.760 Triliun, Anggota DPR RI: Hampir 70 Persen Alat Kita Sudah Tua
Baca juga: Polisi Malaysia Gagalkan Penyelundupan 105 Kg Sabu ke Aceh, Dua WNI Diamankan di Simpang Ampat
GKI salah satu kedai kopi atau kafe di Aceh Tengah yang direkomendasikan oleh Google karena kafe ini memiliki rating cukup tinggi.
GKI menawarkan menu utama kopi Gayo dan aneka jenis kuliner lainnya. GKI juga menawarkan sejumlah produk turunan kopi seperti sabun kopi, dan asesoris terbuat dari kopi.
Sahru mengatakan akan terus meningkatkan kreasi dan inovasi produk hilir kopi sebab memiliki nilai tambah ekonomi tinggi.
"Kita sedang fokuskan diri ke kreasi hilir.kpoi, termasuk menyewakan tempat untuk kegiatan pesta perkawinan," ujarnya.
Terakhir GKI juga memproduksi Cigar Gayo melalui perusahaan Gayo Mountain Cigar, ditangani khusus oleh Ama-nya (ayahnya) dan sudah membuka pasar baru bagi penikmat cerutu di berbagai daerah di Indonesia.(*)