Berita Pidie
Saluran Air di Lueng Bintang Kering, Petani di Bungie dan Waido, Pidie Tak Bisa Tanam Padi
Muhammad (60) warga Gampong Raya Paya, Bungie mengatakan, ia sudah kebingungan karena tidak bisa menanam padi.
Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
Muhammad (60) warga Gampong Raya Paya, Bungie mengatakan, ia sudah kebingungan karena tidak bisa menanam padi.
Laporan Nur Nihayati | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan hektare areal sawah di wilayah Bungie, Kecamatan Simpang Tiga dan Waido, Kecamatan Peukan Baro, Pidie tak bisa ditanami padi.
Penyebabnya salah satu sumber air/tali air di Lueng Bintang wilayah setempat mengalami kekeringan.
Sehingga hal ini berakibat kosongnya air ke areal persawahan. Ditambah lagi curah hujan mulai berkurang selama sebulan ini.
Muhammad (60) warga Gampong Raya Paya, Bungie mengatakan, ia sudah kebingungan karena tidak bisa menanam padi.
"Saluran air di Lueng Bintang kering. Kami tidak bisa menanam padi. Bagaimana kami makan jika tidak menanam padi," katanya.
Hal senada juga diungkapkan sejumlah petani lainnya, Ratna (50) warga Cot Meulu dan Muhammad Riza (40) petani lainnya di lokasi itu.
Musim gadu memang kering
Kepala Dinas Pertanian Pidie, Ir Sofyan Ahmad yang ditanyai, Senin (31/5/2021) mengaku saat ini musim gadu memang sejumlah daerah kering.
Menurutnya, jika musim rendengan ada jaminan bagi petani boleh menanam 100 persen atau seluruh wilayah.
Nah untuk musim gadu sekarang ini yang direkomendasikan hanya 65 persen. "Mana-mana daerah yang tidak direkomendasi biasanya ada dinas terkait bakal memberitahukan," ujar Kadis Pertanian dan Pangan Pidie ini.
Musim gadu dari bulan April hingga September. Sedangkan musim rendengan dimulai sejak Oktober hingga Maret.
Adapun luas wilayah sawah di Pidie mencapai 24.787 , 72 ha.
Sementara Indeks Pertanaman (IP) 1,65 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f05316672.jpg)