Selasa, 5 Mei 2026

Video

VIDEO Perayaan Idul Fitri 1442 H di Masjid Al Latif Perth Australia, Bekas Gereja yang Dibeli Aa Gym

Masyarakat Muslim di Australia Barat, pada Sabtu (29/5/2021) menghadiri acara halalbihalal atau perayaan Idul Fitri 1442 H, di Masjid Al Latif, Perth.

Tayang:
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin

SERAMBINEWS.COM – Masyarakat Muslim di Australia Barat, pada Sabtu (29/5/2021) menghadiri acara halalbihalal atau perayaan Idul Fitri 1442 H, di Masjid Al Latif, Perth, Australia.

Warga Australia asal Aceh, Mustakim Ilyas yang hadir pada acara tersebut, mengirimkan beberapa video untuk Serambi On TV.

Mustakim mengatakan, acara halalbihalal ini dihadiri sekitar 2.000 warga muslim dari berbagai negara, termasuk warga asal Aceh yang menetap di Perth, Western Australia.

Pendakwah asal Aceh, Ustaz Jalil Ahmad mengatakan, Masjid Al Latif yang berada di Jalan Nicholson Langford, adalah bekas gereja kecil yang dibeli oleh Yayasan Darut Tauhid, sebuah yayasan amal yang didirikan oleh pendakwah kondang Indonesia, Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym.

Mustakim Ilyas mengatakan, bangunan bekas gereja ini diresmikan sebagai Masjid dengan nama Al Latif pada tanggal 16 Oktober 2018.

“Masjid ini dikelola oleh salah satu saudara kita asal Aceh, yaitu Ahmad Yani,” kata Mustakim.
Berawal dari sebuah bangunan bekas gereja kecil, kompleks Masjid Al-Latif ini semakin luas menyusul telah dibelinya dua rumah yang berada di samping bangunan itu.

Baca juga: Aceh Catat 293 Kasus Baru Covid-19, Tujuh Meninggal dalam 24 Jam Terakhir

Selain bangunan yang semakin luas, masjid ini juga semakin ramai dengan kegiatan ibadah dan aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Dari mula-mula hanya shalat lima waktu, kemudian kita mulai salat Jumat, tarawih, hingga saat ini sudah melaksanakan halalbihalal yang dihadiri oleh masyarakat muslim dari berbagai negara,” ungkap Ustaz Jalil.

“Pada bulan Ramadhan, setiap malam kita juga melaksanakan buka puasa bersama. Ini merupakan sesuatu yang berbeda dengan masjid lain di sini,” lanjutnya.

Baca juga: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Sedang hingga Lebat

Hujan Tapi Tetap Ramai

Sementara itu, beberapa warga asal Indonesia yang hadir pada acara halalbihalal ini mengaku sangat bersyukur karena bisa bersilaturahmi dengan sesama warga asal Indonesia, meski tidak bisa pulang ke kampung halaman.

“Alhamdulillah, kita di sini happy, walaupun dalam situasi pandemic, kita masih bisa bersilaturahmi bersama walaupun kita tidak bisa bersilaturahmi dengan sesama keluarga di Indonesia, tapi kita menganggap keluarga di sini adalah keluarga sendiri,” ungkap Aida, perempuan asal Indonesia yang menetap di Perth.

Baca juga: Peringati HUT Ke-32 Serambi Indonesia, Lima Anak Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSU Malahayati

Aida dan beberapa ibu yang hadir pada acara tersebut mengaku sangat senang karena selain bersilaturahmi juga bisa menyantap berbagai makanan khas Indonesia, seperti bakso, sate, dan lainnya.

Mustakim Ilyas mengatakan, hujan deras yang mengguyur tidak menghalangi keinginan warga untuk hadir pada acara tersebut.

Ustaz Jalil maupun Mustakim Ilyas berharap suatu saat kelak, komunitas Aceh di Western Australia juga memiliki sebuah meunasah sebagai tempat beribadah, sekaligus sarana silaturahim bagi masyarakat asal Aceh, juga Muslim dari berbagai negara di dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved