Breaking News:

AS Diam-diam Sudah Siapkan Bom Nuklir Untuk Hancurkan China Jika Mereka Berani Ambil Taiwan

Beijing memandang pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya, dan kedua belah pihak bentrok terus menerus selama bertahun-tahun.

Editor: Amirullah
Nuklir 

SERAMBINEWS.COM  - Konflik CHina dan Taiwan masih memanas sampai saat ini.

Taiwan yang didukung Amerika membuat China makin murka.

Amerika akan melakukan serangan ke China jika China berani ambil alih Taiwan.

Setelah Partai Komunis Mao Zedong mengambil alih kekuasaan di China daratan pada tahun 1949, pemerintah Nasionalis melarikan diri ke Taiwan dan didukung oleh AS.

Beijing memandang pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya, dan kedua belah pihak bentrok terus menerus selama bertahun-tahun.

Konflik yang paling dekat terjadi antara AS dan Cina adalah selama krisis Selat Taiwan pada tahun 1958 ketika Republik Rakyat Cina menembakkan artileri di pulau-pulau terpencil Taipei.

Tetapi para perencana militer di Washington khawatir keadaan bisa memanas dan mendorong Gedung Putih untuk mempersiapkan rencana penggunaan senjata nuklir.

Dilansir dari Express, Rabu (2/6/2021), dokumen studi tahun 1966 yang mengungkapkan seberapa dekat dunia dengan perang nuklir digali oleh Daniel Ellsberg.

Baca juga: Meski Ngantor, 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Tak Bisa Lagi Tangani Perkara

Baca juga: Sering Dijumpai Pada Pria, Ini Penyebab dan Gejala Hiperseksualitas Serta Cara Pencegahannya

Dia adalah orang yang juga membocorkan Pentagon Papers 50 tahun lalu dalam upaya untuk mengakhiri Perang Vietnam.

Penulis Branko Marcetic mengatakan bahwa mereka membuktikan bahwa AS “secara serius mempertimbangkan” untuk membom China.

Dia menambahkan: "Dokumen tersebut menunjukkan bahwa petinggi pemerintah AS membuat rencana bersama untuk menjatuhkan bom nuklir ke China jika China mencoba mengambil Taiwan."

Menurut dokumen tersebut, beberapa pejabat Departemen Pertahanan dan Luar Negeri AS khawatir hilangnya pulau-pulau terpencil pada tahun 1958 dapat menyebabkan "pengambilalihan komunis China atas Taiwan."

Jika terjadi serangan udara dan laut di pulau-pulau itu, Jenderal Angkatan Udara AS Nathan Twining mengatakan AS harus menggunakan senjata nuklir.

Jika ini tidak berhasil, studi tersebut menyatakan "AS tidak akan memiliki alternatif selain melakukan serangan nuklir jauh ke China sejauh utara hingga Shanghai".

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved