Breaking News:

Sering Dijumpai Pada Pria, Ini Penyebab dan Gejala Hiperseksualitas Serta Cara Pencegahannya

Seseorang yang pernah mengalami riwayat pelecehan seksual pada masa kanak-kanaknya mungkin dapat menunjukkan peningkatan perilaku seksual saat dewasa.

Mirror
FOTO TAK TERKAIT DENGAN BERITA - Kewalahan dengan tingginya nafsu bercinta sang suami, seorang istri tak sengaja membunuhnya. 

Seseorang yang pernah mengalami riwayat pelecehan seksual pada masa kanak-kanaknya mungkin dapat menunjukkan peningkatan perilaku seksual saat dewasa.

SERAMBINEWS.COM - Aktivitas seks pada dasarnya merupakan sesuatu yang normal dan bagian dari kehidupan yang sehat.

Akan tetapi, jika sudah berlebihan hingga sulit dikendalikan, maka bisa dikatakan sudah mengalami gangguan perilaku seksual atau yang disebut hiperseksualitas.

Menurut Mayo Clinic, seseorang yang mengalami hiperseksualitas atau kecanduan seksual biasanya akan melakukan atau memikirkan tentang seks secara berlebihan.

Orang yang mengalami hiperseksual juga akan merasa asyik secara berlebihan dengan fantasi seksualnya, sehingga membuat dorongan dan perilakunya menjadi sulit dikendalikan.

Termasuk terlibat dalam aktivitas seperti pornografi, masturbasi, dan seks dengan banyak pasangan.

Hal ini bisa mengakibatkan orang tersebut merasa tertekan di berbagai bidang kehidupan termasuk pekerjaan dan hubungan.

Bukan hanya merugikan diri sendiri, perilaku hiperseksual ini juga bisa membahayakan orang lain.

Ketika perilaku seksual menjadi fokus utama dalam hidup seseorang, sulit dikendalikan, dan mengganggu atau berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain, maka dapat dianggap sebagai perilaku seksual kompulsif.

Menurut Mayo Clinic, hiperseksualitas bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita.

Baca juga: 5 Langkah Supaya Gairah Seks Tidak Menurun, Jaga Makanan Hingga Olahraga

Halaman
1234
Penulis: Yeni Hardika
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved