Breaking News:

Berita Subulussalam

Pemko Subulussalam Terapkan Sertifikat Vaksin Covid Jadi Syarat Penerima Bansos

Sertifikat vaksin akan menjadi syarat menerima bansos dari pemerintah. Apabila belum divaksin, maka pemberian bantuan akan ditunda.

Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Seorang warga Subulussalam mengikuti vaksin massal bagi masyarakat, Kamis (3/6/2021) di Lapangan Beringin Kota Subulussalam. 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam menerapkan kebijakan penerima bantuan Sosial (Bansos) harus memiliki sertifikat vaksin Covid-19.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang SE saat menghadiri program vaksinasi massal bagi masyarakat, Kamis (3/6/2021) di Lapangan Beringin Kota Subulussalam.

Walkot Affan Bintang mengatakan jika kebijakan penghentian bansos bagi warga menolak vaksin Covid-19 mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021.

Ini sebagai perubahan Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease.

Dalam perpres itu disebutkan beberapa sanksi yang bisa diberikan kepada orang yang ditetapkan sebagai penerima vaksin Covid-19, tetapi tidak mengikuti vaksinasi. Salah satu sanksinya, yakni tidak lagi menerima bantuan sosial (bansos).

"Jadi ke depan ada kebijakan yaitu sertifikat vaksin menjadi syarat menerima bansos dari pemerintah. Apabila belum divaksin, maka pemberian bantuan akan ditunda," kata Walkot Affan Bintang.

Baca juga: Pemimpin Hamas Sheikh Jamal Al-Tawil Ditangkap Israel saat Gencatan Senjata, Dituduh Lakukan Ini

Baca juga: VIDEO Toyota Raize Tahun 2021 Tiba di Aceh, Review Mobil Seharga Rp 200 Jutaan di PT Dunia Barusa

Baca juga: Ratusan Karyawan Facebook Dukung Palestina, Tuntut Perlakuan Sama

Pantauan Serambinews.com, Pemko Subulussalam melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat di daerah berjuluk Sada Kata itu. 

Kegiatan vaksinasi massal ini juga dilaksanakan secara serentak di lima kecamatan yang terdapat di Kota Subulussalam, yakni Kecamatan Simpang Kiri, Penanggalan, Rundeng, Longkib dan Sultan Daulat.

Sesuai jadwal, vaksinasi massal ini akan digelar selama lima hari, atau Kamis-Senin (3-7/6/2021) mendatang.

Pada tahap ini, vaksin yang disediakan sebanyak 1.120 dosis. Sejumlah kepala desa yang berada di Kecamatan Simpang Kiri membawa beberapa warga desanya untuk dilakukan suntik vaksin COVID-19.

 "Pemerintah menargetkan setiap harianya ada 200an masyarakat yang  divaksin," terang Affan Bintang

Baca juga: Heboh Dua Pejabat Aceh Diperiksa KPK, Begini Jawaban Plt Jubir KPK Ali Fikri

Baca juga: AS Siap Tingkatkan Pertahanan Arab Saudi, Putra Mahkota Berbicara dengan Menhan AS

Baca juga: 10 Warga Ditemukan Terpapar Corona di Dua Gampong di Pidie, Kapolres Sebut Bisa Menjadi Zona Merah

Untuk itu, politisi Partai Hati Nurani Rakyat ini  mengimbau  masyarakat Kota Subulussalam segera mengikuti vaksin Covid-19.

Dia meminta masyarakat agar tidak takut divaksin, karena sudah dipastikan aman dan halal. Ia juga meminta agar warga selalu menaati dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Sejauh ini kasus Covid-19 terus meningkat termasuk di Subulussalam. Lantaran itu, menurut Affan Bintang jika semua dapat divaksin dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved