Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kejati Sebut Kasus Korupsi di Aceh Dominan Proyek Fisik

"Paling dominan itu adalah kasus fisik, seperti pembangunan jalan dan jembatan," kata Koordinator Satgassus P3TPK Kejati Aceh, Sahdasyah Putera Jaya.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Peserta mengikuti diskusi pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan Transparan Internasional (TI) Indonesia, bersama GeRAK Aceh dan SAKA di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Jumat (4/6/2021). 

"Paling dominan itu adalah kasus fisik, seperti pembangunan jalan dan jembatan," kata Koordinator Satgassus P3TPK Kejati Aceh, Sahdasyah Putera Jaya.

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Khusus (Satgassus P3TPK) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mencatat, bahwa kasus yang ditangani pihaknya selama ini didominasi perkara fisik. 

"Paling dominan itu adalah kasus fisik, seperti pembangunan jalan dan jembatan," kata Koordinator Satgassus P3TPK Kejati Aceh, Sahdasyah Putera Jaya.

Hal itu disampaikan Sahdasyah Putera Jaya, saat memberikan materi dalam kegiatan diskusi pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan Transparan Internasional (TI) Indonesia, bersama GeRAK Aceh dan SAKA, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Jumat (4/6/2021). 

Sahdasyah menyebutkan, selama 2020 pihaknya menangani sebanyak 148 perkara.

Dari total itu, sebanyak 38 kasus masih dalam penyelidikan, 31 kasus dalam penyidikan, 56 perkara sudah penuntutan dan 23 kasus telah dieksekusi. 

Sedangkan hingga Mei 2021 ini, kata Sahdasyah, perkara yang dalam proses penyelidikan sebanyak 16 kasus, kemudian yang sedang ditangani penyidik sebanyak 18 perkara. 

Baca juga: Wali Kota Subulussalam Reshuffle Puluhan Pejabat, Berikut Sejumlah Nama dan Jabatan

"Sementara yang sedang dilakukan penuntutan 2021 ini ada 11 kasus, lima kasus sudah dieksekusi," ujarnya.

Sejauh ini, kata Sahdasyah, Kejati Aceh masih terus menangani kasus yang dilaporkan pada 2021 ini, serta perkara yang diproses sejak 2020 lalu. 

"Sekarang yang ditangani kasus replanting, pembangunan jalan Muara Situlen, dan berbagai kasus lainnya," kata Sahdasyah. (*)

Baca juga: Pria 28 Tahun Sodomi Bocah Laki-laki 10 Kali 13 Tahun, Pelcehan Berawal Tanya Korban Sudah Sunat

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved