Breaking News:

Update Corona di Aceh

Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 209 Orang, Sembilan Meninggal Dunia

Perilaku protokol kesehatan itu kita ketahui dari hasil monitoring personil pemantauan perubahan perilaku masyarakat di daerah

Penulis: Subur Dani | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani 

Laporan Subur Dani I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh bertambah lagi sebanyak 209 orang, sembuh 39 orang, dan sembilan orang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, perilaku menjaga jarak dan menghindari kerumunan di Aceh sama dengan rata-rata nasional, namun kepatuhan memakai masker perlu ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media di Banda Aceh, Jumat (4/6/2021) malam.

“Perilaku protokol kesehatan itu kita ketahui dari hasil monitoring personil pemantauan perubahan perilaku masyarakat di daerah,” ujar Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu.

Indonesia Tak Berangkatkan Haji 2021, Langkah RI Viral di Arab Saudi hingga Kerajaan Mengapresiasi

2 Pemuda Aceh Utara yang Ditangkap Jual Beli Chip Higgs Domino Dilimpahan ke Jaksa, Terancam Cambuk

Ia menjelaskan, Satgas Covid-19 Nasional, selain merilis Peta Zonasi Risiko Covid-19 di daerah, juga melaporkan hasil pengamatan perubahan perilaku masyarakat di setiap daerah kabupaten/kota, di tanah air.

Hasil pengamatan periode 24 Mei-30 Mei 2021, masyarakat yang memakai masker 83,19 persen di Aceh, dan yang menjaga jarak dan menghindari kerumunan sekitar 87,79 persen.

Sedangkan presentase rata-rata nasional pemakaian masker pada periode yang sama sekitar 88,45 persen, dan perilaku menjaga jarak dan menghindari kerumunan sekitar 87,6 persen.

Data-data tersebut menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat Aceh terhadap protokol kesehatan sudah relatif baik, namun belum lebih baik dari capaian rata-rata nasional, khususnya pada disiplin memakai masker.

Masker merupakan alat pelindung mulut dan hidung dari percikan liur atau percikan bersin (lawan bicara), yang merupakan pembawa virus (carrier), jelas SAG.

“Gunakanlah masker secara benar dan disiplin saat berada di tempat-tempat umum agar terlindung dari infeksi virus corona,” ajaknya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved