Breaking News:

KPK di Aceh

Anggota DPRA Irpannusir Minta KPK tak Tebang Pilih usut Korupsi di Aceh

Kita tentu mensupport dan memberikan apresiasi bahwa KPK sedang melakukan penyelidikan di Aceh karena memang itu yang kita harapkan dari dulu

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
hand over dokumen pribadi
Anggota DPRA, Irpannusir SE 

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Aceh.

Informasi terakhir yang diperoleh Serambinews.com, ada dua pejabat Aceh dan satu pengusaha yang sudah dipanggil lembaga antirasuah tersebut.

Kedua pejabat tersebut yaitu, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah dan Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi.

Anggota DPRA, Irpannusir mengapresiasi KPK yang melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Aceh.

"Kita tentu mensupport dan memberikan apresiasi bahwa KPK sedang melakukan penyelidikan di Aceh karena memang itu yang kita harapkan dari dulu," kata Irpannusir.

Kisruh Serempetan Mobil dengan Lucky Alamsyah Berbuntut Panjang, Roy Suryo Polisikan Dua YouTuber

Rekam Adegan Berhubungan Badan dengan Pacar, Remaja Ini Diciduk Usai Video Dilihat Ayah Sang Pacar

Politikus PAN ini juag berharap agar KPK bekerja maksimal dengan memanggil semua pihak yang terlibat.

"Kita harapkan agar KPK memanggil mereka semua dan jangan tebang pilih, kita minta KPK agar punya waktu banyak di Aceh," tegas dia.

Irpannusir mengatakan, KPK perlu memberikan perhatian serius untuk Aceh karena Pemerintah Aceh menggelola anggaran yang besar setiap tahun.

Di sisi lain, Aceh belum bangkit dan masih berpredikat sebagai daerah termiskin di Sumatera.

"Tentu ada yang salah urus dengan uang sebanyak itu, belum lagi selama pandemi ini kita ketahui adanya refocusing dana APBA untuk penanganan covid yang penggunaannya tidak transparan," katanya lagi.

"Kita minta KPK juga menyelidiki dana itu, sehingga semuanya bisa terang benderang diketahui oleh masyarakat Aceh digunakan untuk apa saja uang-uang tersebut," tutupnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved