Breaking News:

Tapal Batas

YARA Bentuk Tim Advokasi Tapal Batas Aceh

Jika merujuk pada beberapa literasi sejarah yang sedang di investigasi oleh tim advokasi dan keterangan-keterangan orang tua terdahulu menyebutkan bah

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
hand over dokumen pribadi
Ketua YARA, Safaruddin 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin membentuk Tim Advokasi Tapal Batas Aceh. Tim tersebut diketuai oleh Kepala Perwakilan YARA Aceh Tamiang, Samsul Bahri.

Tim ini dibentuk sebagai tindak lanjut dari MoU Helsinki pada angka 1.1.4. Perbatasan Aceh merujuk pada perbatasan 1 Juli 1956 yang sampai saat ini belum terealisasi.

“Tim ini bertugas untuk melakukan advokasi salah satu kesepakatan dalam MoU Helsinki pada angka 1.1.4 yang menyebutkan bahwa batas Aceh merujuk pada perbatasan 1 juli 1956 yang sampai saat ini belum terealisasi” kata Safaruddin di Banda Aceh, Minggu (6/6/2021).

Jika merujuk pada beberapa literasi sejarah yang sedang di investigasi oleh tim advokasi dan keterangan-keterangan orang tua terdahulu menyebutkan bahwa batas Aceh sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) sampai ke Kecataman Gebang saat ini.

Bahas Vaksin di Nagan Raya, Warga Positif Covid-19 Perlu Disebut Indentitasnya sebagai Antisipasi

Ternak Anda Masuk Kebun Orang Lain, Siap-siap Didenda Rp 10 Juta, RUU KUHP Ini akan Disahkan Jadi UU

Sebelah utara berbatasan dengan Selat Malaka, sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara, sebelah timur berbatasan dengan Selat Malaka, dan sebelah barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

“Batas Aceh itu sampai ke Kecataman Gebang saat ini, dan bukti sejarahnya masih adanya sebuah tugu kecil di pinggir jalan raya di Kecamatan Gebang yang menunjukkan batas Aceh saat ini,” ungkap Safaruddin.

Safaruddin mengatakan, beberapa literasi sejarah dan keterangan para saksi sedang diinventarisir pihaknya. Hasilnya nanti akan dikomunikasikan dengan pihak terkait seperti Pemerintah Aceh, DPRA, Pemkab dan DPRD Langkat, dan Pemerintah/DPRD Sumatera Utara.

“Kita akan sampaikan bahwa batas Aceh jika merujuk pada kesepakatan Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagaimana disepakati di Helsinki adalah sampai Kecamatan Gebang saat ini,” terang Ketua YARA.

Beberapa wilayah yang masuk ke wilayah Aceh jika merujuk pada sejarah 1956, saat ini sudah menjadi beberapa kecamatan antara lain Kecamatan Pematang Jaya, Besitang, Pangkalan Susu, Sei Lepan, Babalan, Gebang dan Brandan Barat.

Semua kecamatan itu saat ini sedang berjuang untuk menjadi Kabupaten Teluk Aru. Oleh karena itu, tidak terlalu sulit lagi untuk menentukan batasnya lagi jika batas Aceh dikembalikan sesuai dengan MoU Helsinki.

“Tim Advokasi Tapal Batas Aceh ini juga nantinya akan berkomunikasi dengan Panitia Persiapan Kabupatan Teluk Aru tentang batas wilayah Aceh sesuai dengan MoU Helsinki,” demikian Safaruddin.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved