Kamis, 30 April 2026

Beredar Info Indonesia Batal Haji karena Sinovac tak Diakui Arab, Ini Tanggapan Dubes Saudi Arabia

Klarifikasi ini ia sampaikan saat mengunjungi Kantor MUI Pusat di Jakarta pada hari ini, Selasa (8/6/2021).

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
tribunnews.com
Petugas membersihkan Kakbah di tengah penyebaran virus Corona. 

Klarifikasi ini ia sampaikan saat mengunjungi Kantor MUI Pusat di Jakarta pada hari ini, Selasa (8/6/2021).

TRIBUNNEWS.COM - Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, Duta Besar (Dubes) Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia meluruskan informasi terkait pembatalan haji. 

Begitu juga soal penggunaan vaksin. 

Klarifikasi ini ia sampaikan saat mengunjungi Kantor MUI Pusat di Jakarta pada hari ini, Selasa (8/6/2021).

Dalam kunjungannya tersebut, secara khusus Dubes Saudi meluruskan pemberitaan tentang haji yang ramai di media setelah pembatalan beberangkatan haji oleh pemerintah.

Essam menyebut pembatalan haji sama sekali tidak terkait dengan hubungan Indonesia dan Arab Saudi.

"Masalah pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia tidak ada kaitannya dengan hubungan baik yang sudah terjalin antara Saudi dan Indonesia," ujar Essam melalui keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Selain itu, Essam mengatakan pembatalan ini tidak terkait dengan masalah vaksinasi Covid-19 untuk jamaah haji.

"Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media," ucap Essam.

Seperti diketahui belakangan beredar informasi bahwa jamaah haji Indonesia batal menunaikan ibadah haji karena vaksin Covid-19 asal China, yakni Sinovac tidak diakui penggunaannya oleh Arab Saudi.

Dubes Arab juga menambahkan bahwa sampai saat ini, Kerajaan Arab Saudi belum mengirimkan undangan haji ke negara lain termasuk Indonesia. 

Antrean makin panjang

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi mengatakan perpanjangan antrean haji merupakan keniscayaan akibat tertundanya keberangkatan dalam dua tahun terakhir. 

Pemerintah sebelumnya telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan haji pada tahun ini. 

"Tertundanya keberangkatan dua tahun terakhir tentu memperpanjang antrean. Itu keniscayaan dan tidak bisa dihindari," ujar Khoirizi melalui keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved