Breaking News:

Internasional

Kuwait Setujui Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, Hanya Sekali Suntikan

Kuwait telah menyetujui vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Johnson & Johnson dari Amerika Serikat.

Editor: M Nur Pakar
AFP/JORGE GUERRERO
Botol vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Janssen dengan dosis tunggal 

SERAMBINEWSCOM, DUBAI - Kuwait telah menyetujui vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Johnson & Johnson dari Amerika Serikat.

Kantor berita negara KUNA, Selasa (8/6/2021) melaporkan ini adalah vaksin keempat yang disetujui Kuwait.

Setelah Pfizer BioNTech , AstraZeneca dan Moderna, tanpa vaksin dari Chna, seperti Sinophram dan Sinovac.

Baca juga: Mesir Kirim 60 Ton Bantuan Medis ke Jalur Gaza, Kuwait Menyusul

Baca juga: Menlu Iran Kunjungi Kuwait, Seusai Bertemu Milisi Houthi Untuk Mendukung Gencatan Senjata di Yaman

Sebelumnya, Kuwait dan Bahrain telah menyetujui penggunaan Sotrofimab sebagai pengobatan untuk virus Corona.

Obat yang dibuat GSK dan Vir Biotechnology dapat digunakan untuk pengobatan pasin Covid-19 ringan hingga sedang.

UEA juga menyetujui penggunaan obat itu awal pekan ini.

Baca juga: Duta Besar Ceko untuk Kuwait Minta Maaf, Posting Bendera Israel Sebagai Pembungkus Badannya

Penelitian telah menunjukkan penggunaan obat itu telah menyebabkan pengurangan jumlah kasus yang memerlukan rawat inap selama lebih dari 24 jam.

Juga pengurangan jumlah kematian sampai 85 persen, bila diberikan pada tahap awal pengobatan.

Sementara itu Kuwait juga telah mengumumkan sumbangan 40 juta dolar AS untuk COVAX.

Sebuah program internasional yang dirancang untuk membantu memasok negara-negara berkembang mendapatkan vaksin Covid-19.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved