Breaking News:

Berita Langsa

Terbukti Melanggar Qanun Tentang Hukum Jinayat, Pelaku Maisir di Langsa Dicambuk 40 Kali 

Pelaku maisir yang telah divonis bersalah oleh Mahkamah Syariah Langsa, pada Kamis (10/6/2021), dicambuk sebanyak 40 kali di halaman Kantor DSI.

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Terpidana kasus maisir menjalani hukuman cambuk di halaman kantor DSI Kota Langsa, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Seorang pelaku maisir yang telah divonis bersalah oleh Mahkamah Syariah Langsa, pada Kamis (10/6/2021), dicambuk sebanyak 40 kali di halaman Kantor Dinas Syariat Islam setempat.

Pelaku bernama Purwa Ananta (28), warga Gang Antara, Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro ini dinyatakan melanggar Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

Sesuai petikan surat Nomor: 3/JN/2021/MS.Lgs, Mahkamah Syariah yang memeriksa dan mengadili perkara jinayat pada tingkat pertama dengan cara pemeriksaan biasa dalam sidang terbuka untuk umum dan sidang majelis hakim telah menjatuhkan putusan atas perkara maisir.

Nama lengkap terdakwa adalah Purwa Ananta (28), alamat Gang Antara, Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro dengan pekerjaan mekanik dan pendidikan Sarjana (S1).

Terdakwa tersebut telah ditahan berdasarkan surat penetapan penahanan penyidik sejak tanggal 14 Januari 2021 s/d 15 Februari 2021.

Baca juga: Kisah Inspiratif Presiden Soeharto, Nyamar Jadi Rakyat Biasa hingga Kunjungi Bosnia Saat Berkecamuk

Baca juga: Hari Ini Terjadi Gerhana Matahari Cincin, Bisakah Lihat di Aceh? Ini Penjelasan Dosen Ilmu Falak

Baca juga: Cukup Lesakkan 6 Gol Lagi, Cristiano Ronaldo Sah Jadi Top Scorer Sepanjang Masa Level Internasional

Kemudian, penahanan terdakwa ditangguhkan oleh penyidik, sejak tanggal 16 Februari 2021 s/d 30 Maret 2021.

Lalu ditahan kembali oleh penutunt umum, sejak tanggal 31 Maret 2021.

Dengan dilimpahkan ke Mahkamah Syariah Langsa, maka terdakwa kemudian ditahan oleh Hakim Mahkamah Syariah Langsa, sejak tanggal 9 April 2021 s/d 28 April 2021.

Dalam putusannya, majelis hakim mengadili, pertama, menyatakan terdakwa Purwa Ananta telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah penyediaan fasilitas maisir sebagaimana diatur dalam Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jjinayat. 

Baca juga: ‘Kolor Ijo’ Asal Besitang di Aceh Tamiang Residivis, Polisi Usut Keterlibatannya di Daerah Lain

Baca juga: CPNS 2021 - Berikut Jumlah Formasi yang Dibutuhkan CPNS Kemenkumham 2021

Baca juga: ‘Kolor Ijo’ di Aceh Tamiang Penjaga Kebun Sawit, Perantau Asal Besitang, Baru Setahun di Rantaupauh

Kedua, menghukum terdakwa Purna Ananta oleh karena itu dengan aqubat ta'zir berupa cambuk sebanyak 40 kali di depan umum.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved