Breaking News:

Berita Simeulue

Pulau Terluar di Simeulue Jadi Lokasi Konservasi Penyu

Program konservasi itu sudah dimulai sejak Januari 2021 yang diawali dengan pelatihan para Ranger Penyu.

Penulis: Sari Muliyasno
Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Seekor penyu kembali ke habitatnya usai bertelur di kawasan konservasi penyu di pulau Salaut Besar, Kabupaten Simeulue. 

Laporan Sari Muliyasno | Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Program Konservasi Penyu yang dilakulan oleh lembaga ecosystem impact bekerjasama dengan yayasan penyu Indonesia disertai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kabupaten Simeulue yakni berada di Pulau Salaut Besar, salah satu pulau terluar di wilayah kepualauan Simeulue.

Pulau Salaut Besar berjarak kurang lebih 24 mil laut dari daratan Simeulue terdekat dari Kecamatan Alafan dan Kecamatan Simeulue Barat.

Untuk menjangkau pulau terluar tersebut, hanya dapat ditempuh menggunakan boat atau perahu nelayan dengan waktu tempuh 3-5 jam. Tidak ada transportasi khusus untuk menuju ke sana. Di pulau itu pun tidak ada dermaga.

Koordinator program konservasi penyu Simeulue, Irda Kusuma ST, saat berbincang dengan Serambinews.com, Jumat (11/6/2021), mengebutkan bahwa program konservasi itu sudah dimulai sejak Januari 2021 yang diawali dengan pelatihan para Ranger Penyu.

"Konservasi dengan cara membuat tempat penetasan telur penyu semi alami (hatchery). Sarang penyu yang ditemukan akan dilakukan relokasi ke tempat hatchery guna menghindari predator seperti biawak, kepiting pantai dan juga pemburu telur lain," ucap Irda.

Setelah itu, lanjut Irda, oleh ranger yang sudah dilatih akan membuat sarang penyu kembali di lokasi hatchery dengan ukuran yang sama, yang diharapkan dapat berhasil dengan persentase penetasan yang sama seperti alami.

Baca juga: Live Streaming EURO 2020 -  Prediksi Susunan Pemain Turki vs Italia, Ajang Pembuka Piala Eropa

Baca juga: Viral Mahasiswa Diseret Polisi dan Diinjak Satpol PP Saat Demo di Alor, Ini Penjelasan Kapolres

Baca juga: Kisah Pendaki 4 Hari Hilang di Gunung Abbo, Penuh Horor Antara Sadar dan Tidak Sadar

Dikatakan, untuk keberhasilan sampai saat ini relokasi sarang sudah mencapai 122 sarang  penyu yang terdiri dari penyu Belimbing, Hijau, Lekang dan Sisik, dengan tingkat keberhasilan penetasan dari 122 sarang  itu yang sudah menetas mencapai 22 sarang.

"Jumlah tukik dari 22 sarang yang menetas berkisar 2.800 ekor yang langsung dilepas liarkan di sepanjang pantai Pulau Salaut Besar," pungkas Irda Kusuma.

Sejak program konservasi penyu berjalan di Simeulue, angka pemburuan telur penyu di pulau terluar menurun karena tim ranger yang sudah dilatih melakukan sosialisasi khususnya di Simeulue.

"Nantinya tim ranger Salaut Besar diharapkan memiliki kapasitas perlindungan penyu. Tujuannya  akan menjadi pioner atau pelatih di wilayah daerah lokasi sebaran peneluran penyu umumnya di  Simeulue," demikian koordinator program penyi Simeulue.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved