Breaking News:

Internasional

Benjamin Netanyahu Terdepak, Pemerintahan Baru Israel Fokuskan Masalah Ekonomi dan Sosial

Pemerintah Israel yang baru akan mengakhiri masa jabatan 12 tahun Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Perdana Menteri baru Israel, Naftali Bennett 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Pemerintah baru Israel akan mengakhiri masa jabatan 12 tahun Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri.

Bahkan, telah menandatangani perjanjian koalisi terakhirnya pada Jumat (11/6/2021), termasuk batas masa jabatan.

Dilansir AFP, Sabtu (12/6/2021), Koalisi partai-partai dari sayap kanan dan kiri diperkirakan akan lebih fokus pada masalah ekonomi dan sosial.

Daripada mengambil risiko mengekspos keretakan internal dengan mencoba mengatasi masalah diplomatik utama seperti konflik Israel-Palestina.

Baca juga: Kandidat Senat AS Khaled Salem Desak DPR Dukung Israel,Hancurkan Hamas dan Hizbullah

Netanyahu, pemimpin terlama Israel, akan digantikan pada Minggu (13/6/2021) oleh koalisi, mencakup untuk pertama kalinya sebuah partai dari minoritas Arab Israel.

Di bawah perjanjian pembagian kekuasaan, Naftali Bennett, dari partai ultra-nasionalis Yamina (Kanan), akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun.

Bennett mengatakan koalisi mengakhiri dua setengah tahun krisis politik.

Meskipun tidak jelas berapa lama elemen koalisi yang berbeda akan bertahan bersama.

Dia kemudian akan menyerahkan kepada Yair Lapid dari partai sentris Yesh Atid (Ada Masa Depan).

Baca juga: Pasukan Khusus Israel Menyamar Jadi Warga Arab, Tembak Mati Dua Petugas Keamanan Palestina

Di antara kesepakatan yang digariskan oleh pihak-pihak.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved