Breaking News:

Tak Boleh Ada Nobar Euro 2020, Termasuk di Warung Kopi dan Kafe

Keriuhan dan kemeriahan suasana warung kopi oleh para penggemar bola di Aceh mungkin tak akan terdengar pada Kejuaraan Eropa UEFA atau Piala Eropa

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. 

BANDA ACEH - Keriuhan dan kemeriahan suasana warung kopi oleh para penggemar bola di Aceh mungkin tak akan terdengar pada Kejuaraan Eropa UEFA atau Piala Eropa yang akan bergulir mulai 12 Juni hingga 12 Juli 2021 nanti.

Perhelatan sepak bola paling bergengsi di Benua Biru itu merupakan pertandingan olah raga paling dinanti masyarakat dunia, termasuk Aceh. Pertandingan demi pertandingan sejak fase grup menjadi tontonan yang menarik.

Di Aceh, masyarakat biasanya melakukan nonton bareng di warung kopi, kafe, atau tempat-tempat tertentu bersama teman-teman dan penggemar bola lainnya. Tetapi khusus Euro 2020 ini, di tengah kondisi pandemi Covid-19, kebiasaan nonton bareng (nobar) itu terpaksa harus ditahan sementara.

Apalagi Polda Aceh telah mengeluarkan larangan tegas penyelenggaraan nonton bareng, termasuk di warung kopi dan kafe-kafe. Bagi yang membandel, siap-siap akan menerima sanksi, baik berdasarkan peraturan daerah (perda) maupun pidana.

"Perhelatan akbar Piala Eropa 2020 sebentar lagi digelar. Yuk, jangan nobar! Biar kita tidak jadi penular atau yang tertular Covid-19," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy MSi, Jumat (11/6/2021).

Kabid Humas menyebutkan, kasus positif Covid-19 akhir-akhir meningkat cukup tajam di Aceh. Jangan sampai euforia Piala Eropa menambah kasus baru yang pada dasarnya masih bisa dihindari.

"Sayangi diri kita dan keluarga yang tersayang. Kalau udah terpapar, apalagi sampai meninggal dunia, tidak ada guna lagi. Luapkan euforianya bareng keluarga di rumah aja," ajaknya.

Winardy juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama memutus tali penyebaran Covid-19 dengan tetap menaati peraturan dan disiplin protokol kesehatan. "Mari sama-sama kita bahu-membahu memutuskan rantai penyebaran virus corona, terutama pada momen perhelatan Euro ini," imbau Winardy.

Terancam sanki

Selain itu, Winardy juga mengimbau agar warung kopi (warkop) dan kafe agar tidak menggelar nobar yang dapat menimbulkan kerumunan. Setiap orang yang menyebabkan kerumunan akan ditindak dan diberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku sesuai peraturan daerah, UU Kekarantinaan dan UU Kesehatan.

Oleh karena itu, lanjut dia, Polda Aceh mengimbau kepada masyarakat untuk nonton Piala Eropa di rumah saja. "Nobar di rumah saja, tetap disiplin terapkan prokes dan 5M seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi," katanya.

Ditanya apakah akan ada sanksi jika warung kopi tetap melaksanakan nobar Piala Eropa? Winardy mengatakan akan ada sanki bagi mereka yang menggelar nobar dan memunculkan kerumunan.

"Yang kita sanksi adalah jika ternyata nobarnya menimbulkan kerumunan, melebihi kapasitas 50 persen atau melanggar ketentuan yang berlaku di masa pandemi. Apalagi Banda Aceh sudah masuk zona merah, maka ketentuan akan zona merah diberlakukan. Jika melanggar akan disanksi mulai dari perda atau pidana berdasarkan UU Kekarantinaan atau UU Kesehatan," pungkasnya.

Piala Euro 2020 berlangsung mulai dini hari tadi malam. Gelaran ini awalnya terimbas pandemi virus corona (Covid-19) di mana rencana awal 2020 mundur menjadi Juni hingga Juli 2021. Sebanyak 24 tim akan bersaing menjadi yang terbaik dalam rangkaian pertandingan di 11 kota di 11 negara. Ini dilakukan untuk mengenang kali pertama pesta sepakbola negara se-Eropa itu dihelat, pada tahun 1960, yang seharusnya genap 60 tahun pada tahun 2020.(dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved