Senin, 1 Juni 2026

Kisah Sukses Siboen, Penghasilan dari Youtube Rp 150 Juta per Bulan

Atas kesuksesannya, kini Siboen menjadi sosok inspirasi warga di desanya yang ingin membuat konten di Youtube

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Siboen yang bernama asli Siswanto (37) saat menunjukan gold button dari YouTube dan penghargaan dari Menteri Sosial RI, Tris Risma harini, di rumahnya di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Banyumas, pada Rabu (9/6/2021). 

Chanel Youtubenya kala itu bernama Siboen Nugroho.

Tetapi sayangnya videonya tidak mendatangkan banyak penonton. 

Karena merasa tak banyak penonton, Siboen merasa jika Youtube bukan jalannya.

Namun pada akhirnya dia beralih membuat konten video tentang tutorial perbengkelan. 

Ada cerita menarik, sebelum akhirnya Siboen beralih ke konten perbengkelan.

Baca juga: Kisah Pendaki 2 Hari Tersesat di Gunung Geulis, Minum Air Seni Sendiri demi Bertahan Hidup

Baca juga: Kisah Pendaki 4 Hari Hilang di Gunung Abbo, Penuh Horor Antara Sadar dan Tidak Sadar

Dia bercerita jika seminggu, setelah tidak membuat konten, tiba-tiba ada pemilik motor Yamaha Nmax ingin service di bengkelnya. 

Karena motor Nmax saat itu adalah motor keluaran baru, Siboen tidak tahu dimana letak aki hingga akhirnya menyerah dan berkata kepada pemilik kendaraan tidak bisa memperbaiki. 

Si pemilik motor memberi tahu Siboen supaya melihat tutorialnya saja di Youtube.

Sejak saat itulah dia sering menonton konten tutorial dan terinspirasi membuat hal yang serupa dengan bahasa yang mudah dipahami. 

Dia kemudian membuat video yang gampang dulu seperti cara mengganti kampas rem, tambal ban dengan durasi 3 menit karena keterbatasan memori.

Awal 2017 adalah masa awal dia merintis Youtube menjadi masa sulit dia dalam memproduksi video. 

Kendala utamanya adalah tentunya sinyal dan jaringan internet.

Aktifitas sehari-hari kala itu adalah mulai buka bengkel pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB sambil membuat konten perbengkelan.

Kemudian dari pukul 16.00 WIB sore dia pergi ke balai Desa Kasegeran untuk mengupload videonya.  

Dia bawa ke desa karena di Balai Desa tempat yang punya akses internet.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved