Berita Aceh Timur
Bupati Rocky Lantik Pengurus MAA Aceh Timur, Sampaikan Pesan Ini
“Kami minta pengurus MAA yang baru dilantik, dapat menumbuh kembangkan kembali Adat istiadat Aceh yang telah memudar. Sehingga adat dan istiadat yang
Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
“Kami minta pengurus MAA yang baru dilantik, dapat menumbuh kembangkan kembali Adat istiadat Aceh yang telah memudar. Sehingga adat dan istiadat yang masih hidup tetap bersinar di Tanah Rencong, khususnya di Kabupaten Aceh Timur,” pinta Syahrizal.
Laporan Seni Hendri Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur, H Hasballah bin HM Thaib SH melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, melantik pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Timur, periode 2021-2026 di Aula DSI Idi Rayeuk, Selasa (15/6/2021).
Pengurus MAA yang dilantik yakni, Ketua Tgk Abdul Manaf, Wakil Ketua Tgk Muhammad, dan Majelis Pemangku Adat terdiri dari Ketua Bupati Aceh Timur, Wabup selaku wakil ketua, serta, para anggota lainnya.
Selain itu, dilantik Ketua Bidang Hukum Adat, Adat Istiadat dan Pembinaan Adat, Bidang Pengkajian, Pendidikan, Pengembangan dan Pelestarian Adat, dan Bidang Pemberdayaan Putroe Phang.
Asisten I Syahrizal Fauzi mewakili Bupati, mengharapkan kepada pengurus MAA yang baru dilantik dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan Qanun Provinsi Aceh Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat Istiadat.
“Kami minta pengurus MAA yang baru dilantik, dapat menumbuh kembangkan kembali Adat istiadat Aceh yang telah memudar. Sehingga adat dan istiadat yang masih hidup tetap bersinar di Tanah Rencong, khususnya di Kabupaten Aceh Timur,” pinta Syahrizal.
Peran MAA, jelas Syahrizal, memiliki empat fungsi penting yaitu menegakkan semangat untuk menerapkan nilai-nilai hukum adat Aceh dalam hubungan tata krama, akhlakulkarimah, nilai seni, dan nilai budaya lainnya.
Baca juga: Sempat Tuding Roy Suryo Serempet Mobilnya, Lucky Alamsyah Akhirnya Minta Maaf ke Rakyat Indonesia
Selanjutnya, membangun dan mengendalikan sikap, watak, budaya Aceh yang damai untuk mencegah timbulnya potensi konflik ditengah masyarakat.
Kemudian, menggali dan membina nilai-nilai adat budaya Aceh dapat menjadi ikon dan sumber bagi kehidupan masyarakat.
Fungsi terakhir, jelas Syahrizal, yaitu menjadikan adat sebagai cara untuk menyelesaikan berbagai sengketa yang terjadi di masyarakat.
Sehingga penyelesaian sengketa itu, berdasarkan pada kearifan lokal dengan semangat membangun perdamaian. (*)
Baca juga: Indeks MCP Aceh Tamiang Urutan Kedelapan Nasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelantikan-pengurus-majelis-adat-aceh-maa-aceh-timur.jpg)