Breaking News:

Berita Aceh Besar

Aceh Besar Targetkan Minimalisir Malaria, Tim Kemenkes Turun ke Lapangan

Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali menyambut Tim Eliminasi Malaria Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yang akan melakukan assessment

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
FOTO-BAGIAN PROKOPIM SETDAKAB ACEH BESAR
Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali melakukan pertemuan dengan Tim Eliminasi Malaria Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Gedung Dekranasda, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (16/6/2021). 

Laporan Muhammad Nasir I Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali menyambut Tim Eliminasi Malaria Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yang akan melakukan assessment  selama tiga hari di Aceh Besar.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dekranasda, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (16/6/2021).

Bupati Ir Mawardi Ali menyambut baik agenda penting tersebut untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, serta bebas malaria.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memberikan dukungan dan mendorong eliminasi malaria," kata Mawardi Ali.

Baca juga: 15.816 Warga di Wilayah Hukum Polres Lhokseumawe Sudah Divaksin

Bupati Aceh Besar bertekad akan mendorong OPD terkait untuk bekerja keras guna meminimalisir malaria di kabupaten itu.

“Tahun 2021 sendiri hanya tersisa satu kasus malaria di wilayah Aceh Besar. Kita berharap Aceh Besar bisa mendapatkan sertifikat Eliminasi Malaria dari Kemenkes RI," harapnya.

Sementara Sub Koordinator Assesment Eliminasi Kemenkes RI, dr Desriana E Ginting mengatakan, bahwa Aceh Besar telah dilakukan penilaian secara virtual, sehingga akan dilakukan penilaian langsung ke lapangan selama 3 hari.

"Kita sangat menghargai komitmen Pemkab Aceh Besar dalam usaha eliminasi malaria melalui beberapa kebijakan," ungkap Desriana.

Baca juga: Sekda Aceh Besar Dampingi Kepala BNN Musnahkan Ganja di Lamteuba

Untuk itu, jelasnya, Tim Kemenkes RI perlu melihat langsung dengan mengunjungi beberapa puskesmas dan mantan pasien penderita malaria, yang didampingi Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Aceh Besar.

Aceh Besar memiliki karakteristik tersendiri terkait penyakit menular tersebut yang dibawa oleh nyamuk kepada manusia setelah menggigit monyet.

Sebagaimana pernah terjangkit beberapa pekerja pembuat tower di Saree pada tahun 2020 yang lalu. 

Program eliminasi malaria ini dilakukan dalam rangka mewujudkan tahun 2030 bebas malaria yang diharapkan perlunya dukungan pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi dan masyarakat sendiri untuk menjaga lingkungan yang sehat. (*)

Baca juga: Tanggapi Soal Serangan Wabah Lalat, Dinkes Perintahkan Kapus Lakukan Penyemprotan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved