Breaking News:

Internasional

Negara Arab Minta DK PBB Tindak Ethiopia, Perselisihan Bendungan Rakasasa Terus Bergulir Tanpa Akhir

Para Menteri Luar Negeri negara-negara Arab melakukan pertemuan di Doha Qatar, Selasa (15/6/2021).

Editor: M Nur Pakar
AFP
Para Menlu Arab berkumpul di Doha, Qatar membahas perselisihan bendungan raksasa Ethiopia. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Para Menteri Luar Negeri negara-negara Arab melakukan pertemuan di Doha Qatar, Selasa (15/6/2021).

Mereka telah meminta Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membahas perselisihan Ethiopia mengisi bendungan yang dibangun di Sungai Nil Biru, kata Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit.

Liga Arab juga dapat mengambil "langkah-langkah bertahap untuk mendukung Mesir dan Sudan dalam sengketa Bendungan Grand Renaissance.

Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed Bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan pada konferensi pers bersama dengan Aboul Gheit.

Tetapi, tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

Bendungan di Ethiopia yang dapat mengancam kehidupan warga Sudan.
Bendungan di Ethiopia yang dapat mengancam kehidupan warga Sudan. (AFP/File)

Baca juga: Menlu Mesir Kunjungi Qatar, Bahas Kerjasama Sampai Kasus Bendungan Raksasa Ethiopia

Sebelumnya, Sudan terbuka untuk sebagian kesepakatan sementara mengenai bendungan bernilai miliaran dolar Ethiopia di Nil Biru, dengan persyaratan khusus, kata Menteri Irigasi Yasir Abbas pada Senin (14/6/2021).

Ethiopia menggantungkan harapannya untuk pembangunan ekonomi dan pembangkit listrik di Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD).

Mesir khawatir hal itu akan membahayakan pasokan airnya dan Sudan khawatir tentang dampaknya pada aliran airnya sendiri.

Sudan dan Mesir sepakat pekan lalu untuk mengkoordinasikan upaya mendorong Ethiopia untuk bernegosiasi secara serius.

Tentang kesepakatan tentang pengisian dan pengoperasian GERD.

Baca juga: Mesir Tegaskan Tidak Akan Menyerahkan Setetespun Air Sungai Nil, Terkait Bendungan di Ethiopia

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved