Breaking News:

Internasional

Retorika Anti-Arab Melonjak di Media Sosial, Selama Bentrokan Hamas-Israel

Retorika kebencian terhadap orang Arab dan Palestina di media sosial meningkat 15 kali lipat selama permusuhan baru-baru ini di Jalur Gaza, Palestina.

Editor: M Nur Pakar
Media Sosial
Seorang ibu meratapi kematian anak gadisnya yang ditembak tentara Israel di Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Retorika kebencian terhadap orang Arab dan Palestina di media sosial meningkat 15 kali lipat selama permusuhan baru-baru ini di Jalur Gaza, Palestina.

Antara 6 Mei sampai 21 Mei, ketika konflik Hamas-Israel paling parah, ujaran kebencian terhadap warga Palestina meningkat secara dramatis.

Hal itu dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, menurut Pusat Kemajuan Media Sosial Arab, atau 7amleh.

Lembaga tersebut mencatat 1,09 juta posting di platform media sosial, dengan 16,8 persen berisi rasisme, cercaan, atau hasutan terhadap orang Arab, seperti dilansir ArabNews, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Kaum Nasionalis Yahudi Buat Ulah di Jerusalem Timur, Warga Palestina Geram

Di antara tweet yang dibagikan secara luas, satu berbunyi:

"Orang Arab yang baik adalah orang Arab yang mati."

Sementara yang lain berbunyi: "Matilah semua orang Arab."

Pidato kekerasan paling banyak (58 persen) terjadi di Twitter.

Dibandingkan hanya 8 persen di Facebook dan 1 persen di Instagram.

Periode yang sama juga menyaksikan penyensoran luas terhadap posting Palestina di platform media sosial, termasuk Twitter, Facebook, dan Instagram.

Baca juga: Pemerintahan Baru Israel Menghadapi Tantangan Berat, Kaum Nasionalis Berpawai di Jerusalem

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved