Breaking News:

Berita Aceh Utara

DPRA Beri Tanggapan Soal Vonis 3 Nelayan Aceh Utara yang Jemput Warga Rohingya di Tengah Laut

"Seharusnya negara memberi penghargaan kepada mereka karena telah memberi pertolongan atas nama kemanusiaan. Bukan malah menghukum mereka,"

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Wakil Ketua DPRA, Safaruddin. 

"Seharusnya negara memberi penghargaan kepada mereka karena telah memberi pertolongan atas nama kemanusiaan. Bukan malah menghukum mereka," kata Safaruddin di Banda Aceh, Kamis (17/6/2021).

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menanggapi putusan Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara yang memvonis tiga nelayan setempat bersalah karena menjemput puluhan warga etnis Rohingya di tengah laut pada tahun 2020 pada Senin (14/6/2021).

Masing-masing nelayan divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsidair satu bulan kurungan.

Mereka dinyatakan melanggar Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo Pasal 55 KUHPidana.

Masing-masing, Afrizal (26) warga Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Abdul Aziz (31) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Faisal Afrizal (43) Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Wakil Ketua DPRA, Safaruddin menilai putusan tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Apalagi dalam kasus itu, para nelayan berniat melakukan pertolongan atas nama kemanusiaan bukan dengan tujuan lain.

Baca juga: Kasus Penipuan Pinjaman Online Rp Cepat, Korban Pinjam Rp 3 Juta Diminta Kembalikan Rp 60 Juta

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved