Breaking News:

Berita Abdya

Harga TBS di Abdya Kembali Turun Rp 1.300 per Kilogram, Sempat Menyentuh Rp 1.750 per Kilogram

Pada 13 Juni 2021 lalu, harga TBS masih Rp 1.500 per kilogram, kini turun menjadi Rp 1.250 hingga Rp 1.300 per kilogram.

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Agen pengumpul sedang memuat Tandan Buah Segar (TBS) sawit ke dalam truk di Jalan 30, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, beberapa waktu lalu. 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Aceh Barat Daya (Abdya) kembali mengalami penurunan antara Rp 200 hingga Rp 250 per kilogram.

Pada 13 Juni 2021 lalu, harga TBS masih Rp 1.500 per kilogram, kini turun menjadi Rp 1.250 hingga Rp 1.300 per kilogram.

Penurunan harga TBS kali ini terbilang drastis dan tidak biasa.

Sebab, biasanya harga TBS itu turun secara perlahan dari Rp 25 per kilogram hingga Rp 50 per kilogram. 

"Iya terjun bebas lagi atau turunnya Rp 200 per kilogram, dan ini tidak biasa, turun langsung Rp 200 per kilogram dalam tiga hari,” ujar salah seorang petani sawit, Ferri kepada Serambinews.com, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Kadiskes Bireuen Masih Jalani Isolasi Mandiri, Ini Aktivitas Hariannya

Baca juga: Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Aceh: Vaksin Sinovac Memperkecil Resiko Kematian

Baca juga: Propam Polres Lhokseumawe Razia Personel di Sejumlah Kafe, Ini Tujuannya

Tiga hari lalu atau pada 13 Juni 2021, sebutnya, harga TBS masih berkisar Rp 1500 per kilogram.

Sementara saat ini, harga TBS berkisar antara Rp 1.250 per kilogram hingga Rp 1.300 per kilogram.

Padahal, paparnya, sejak sebulan terakhir, petani sawit sempat tersenyum lantaran mengalami lonjakan harga hingga Rp 1.750 per kilogram.

Hal senda juga dikatakan Yusran, salah seorang petani sawit di Kecamatan Babahrot, Abdya.

Ia sangat berharap agar harga TBS kelapa sawit tidak anjlok lagi, mengingat di Abdya saat ini sudah didominasi oleh petani sawit.

Baca juga: Plt Bupati Bener Meriah Sebut Temuan Ceruk Mendale Ungkap Rahasia Kehidupan Gayo Prasejarah

Baca juga: Atasi Stunting, Mursil Kumpulkan Camat dan Kepala Puskesmas

Baca juga: Mau Keluar dari Grup WhatsApp Tapi Gak Enakan? Ini Cara Mudah Cabut Tanpa Diketahui Anggota Lain

"Kita berharap agar harga sawit tidak anjlok. Karena kalau ini terjadi, maka akan banyak petani yang menjual kebun lantaran tidak sanggup lagi merawat sawit,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan hadirnya beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Abdya, bisa mendongkrak harga sawit.

Terlebih, Pemerintah Aceh sudah mengeluarkan surat edaran tentang pembelian harga sawit sesuai dengan umur tanaman.

“Kita berharap, TBS ini tidak turun lagi, mengingat mayoritas warga Babahrot dan Abdya itu petani sawit,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved