Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

Pengusaha Aceh Menaruh Harapan Besar Terhadap BSI, Tak Terkesan ‘Ganti Baju’

Pengusaha Aceh, Nahrawi Noerdin yang juga Direktur Utama PT Pasha Jaya Group mengharapkan Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak terkesan hanya ganti baju

Penulis: Misran Asri | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Pengusaha Aceh, Nahrawi Noerdin. 

Pengusaha Aceh, Nahrawi Noerdin yang juga Direktur Utama PT Pasha Jaya Group mengharapkan Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak terkesan hanya ‘ganti baju’ saja, dengan memasukkan simbol-simbol keagamaan, tetapi dalam prakteknya sama saja dengan bank konvensional.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS,COM, BANDA ACEH - Pengusaha Aceh, Nahrawi Noerdin yang juga Direktur Utama PT Pasha Jaya Group mengharapkan Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak terkesan hanya ‘ganti baju’ saja, dengan memasukkan simbol-simbol keagamaan, tetapi dalam prakteknya sama saja dengan bank konvensional.

Pengharapan itu diungkap oleh Awi, sapaan akrab Nahrawi Noerdin, saat berdiskusi dengan Chief Ekonomi BSI, Banjaran Surya Indrastomo di D’Energy Café, kawasan Lamsayuen, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Di samping itu, pengharapannya BSI mampu menunjukkan kehadirannya yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Aceh, hal lainnya dapat meningkatkan sistem IT yang mendukung layanan transaksi yang lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat dibandingkan bank konvensional.

Termasuk sebutnya, menyediakan semua produk layanan untuk dunia usaha seperti yang tersedia di bank-bank konvensional.

BSI sebut Awi, juga dinilai penting memperkuat koneksitas dengan semua bank di kawasan regional dan internasional untuk mendukung kemudahan-kemudahan bertransaksi bisnis serta mengupgrade mentalitas manpower atau sumber daya manusianya, agar benar-benar memiliki mindset syariah dalam pelayanan kepada nasabah.

“ Hal lainnya pengharapan kami menciptakan sistem pelayanan yang lebih simpel, efisien, dan efektif. Bukan bertele-tele dan sangat birokratis., sehingga semua proses dapat berjalan cepat. Keseluruhan poin-poin yang kami sebutkan itu hingga kini belum dirasakan oleh masyarakat Aceh. Jangankan lebih baik dari bank konvensional, menyamainya saja belum,” sebut Awi, kepada Serambinews.com, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Peningkatan Kualitas Penelitian dan Disertasi

Jangan sampai peralihan sistem keuangan dari konvensional ke syariah, malah dirasakan sebagai kemunduran oleh masyarakat Aceh, bukan kemajuan.

“Ini berbahaya jika tidak segera diatasi. Karena bisa memberi kesan negatif terhadap pengelolaan sistem ekonomi secara Islam. Bisa merusak kemuliaan ajaran Islam,” pungkas Nahrawi Noerdin.

Sementara itu Chief Ekonomi BSI, Banjaran Surya Indrastomo saat ini pihaknya tengah membaca peluang dalam pengembangan ekonomi yang bisa digarap di Aceh.

Karena itu, pihaknya sedang mendorong usaha-usaha yang ada di Aceh dapat bersinergi dengan BSI agar menjadi tumbuh lebih baik.

“BSI tulang punggung pelaku usaha dan kita akan memberi dukungan lebih untuk usaha-usaha yang akan tumbuh lebih baik untuk kita kembangkan. Makanya, kami hadir membaca peluang,” demikian Chief Ekonomi BSI, Banjaran Surya Indrastomo.(*)

Baca juga: Ratusan Warga Kecamatan Pidie Telah Divaksin, Perangkat Gampong Diimbau Jadi Garda Terdepan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved