Selasa, 28 April 2026

Kopi Arabika

Teten Masduki Lepas Ekspor Kopi Arabika Gayo ke USA dan Eropa

Kehadiran Teten Masduki ke Dataran Tinggi Gayo (DTG) dalam agenda kunjungan kerja untuk mengidentifikasi berbagai kendala terkait dengan penguatan kop

Penulis: Mahyadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/MAHYADI
Kepala Karantina Pertanian Aceh, Drh Ibrahim menyerahkan dokumen ekspor kopi kepada Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki di komplek KBQ Baburrayan, Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (17/6/2021). 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki melakukan pelepasan ratusan ton ekspor kopi arabika Gayo di Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayan, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (17/6/2021).

Kehadiran Teten Masduki ke Dataran Tinggi Gayo (DTG) dalam agenda kunjungan kerja untuk mengidentifikasi berbagai kendala terkait dengan penguatan koperasi khususnya dalam bidang komoditi kopi arabika Gayo sehingga bisa dibantu.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM RI ini, menuturkan, sejak adanya pandemi Covid19 sehingga ekonomi secara global menjadi lesu.

Salah satunya komoditi kopi tidak terserap oleh market (pasar), termasuk kopi arabika dari Indonesia.

“Jadi, kami sudah mulai turun untuk mengindetifikasi kira-kira apa yang bisa dibantu. Tapi dari pengalaman pandemi ini, kita bisa membangun kelembagaan kopi menjadi lebih baik, sehingga jika ada pandemi lagi menjadi tidak sulit,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Teten Masduki, pihaknya ingin memperkuat koperasi karena nanti para petani tidak bisa lagi berhadap langsung dengan buyer (pembeli) maupun market, tetapi justru koperasi yang langsung berhubungan dengan buyer.

“Tujuan, agar harga tidak dimainkan oleh eksportir, buyer maupun market. Tapi dihadapi secara kolektif lewat koperasi. Jadi, petani hanya konsentrasi terhadap produksinya. Sedangkan tugas koperasi menampung hasil produksi dari petani. Makanya KBQ Baburrayan ini, harus diperkuat supaya punya kemampuan untuk menampung produksi petani,” ungkapnya.

Empat Warga Lhokseumawe kembali Terpapar Corona, Lima Orang Sembuh, Begini Update Covid-19 Hari Ini 

VIDEO - Viral Gadis SMP Jadi Badut Nangis Diejek Tetangga, Ada Pesan Menyentuh di Balik Kisahnya

Jumat Pertama di Bulan Dzulqa’dah, Berikut Daftar Tata Laksana Salat Jumat 18 Juni 2021 di 62 Masjid

Teten Masduki juga menyinggung tentang penyediaan anggaran untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 253 triliun yang lebih besar dari tahun sebelumnya senilai Rp 190 triliun.

“Karena kondisi masih Covid-19, serta banyak UMKM yang membutuhkan pembiayaan murah sehingga kami usulkan penambahan ke presiden,” terang Teten Masduki.

Dia juga menjelaskan, jika dana KUR tersebut, bisa digunakan untuk peremajaan tanaman kopi karena dengan nilai pinjaman Rp 100 juta, bisa tanpa menggunakan agunan.

“Jadi, pihak Bank jangan ngeliat agunan tapi lihat kemampuan usahanya, apakah mampu untuk mengembalikan. Buat apa agunan kalau tidak mampu membayar cicilan,” jelasnya.

Selain itu, sebutnya, untuk pengembangan usaha pihaknya sudah membuat kebijakan terkait dengan besaran KUR. Bukan hanya sampai Rp 500 juta, tetapi bisa sampai dengan angka Rp 200 miliar. “Ini menjadi terbesar di Asia, dan sedang digodok konsepnya di Menko Perekonomian. Mudah-mudahan, akan banyak UMKM yang bisa naik kelas,” sebut Menteri Koperasi UMKM ini.

Sementara itu, melihat perkembangan koperasi di Aceh Tengah, Teten Masduki, menyebutkan, jika KBQ Baburrayan yang bergerak dalam bidang eksportir komoditi kopi arabika Gayo, sudah mendekati konsep ideal sebuah koperasi.

“Membeli dari petani, menjadi konsolidator, aggregator dari petani. Punya mesin pengolahan, dan langsung terhubung ke buyer. Nah ini, paling sempurna,” ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved