Update Covid 19
Heboh, Isu Penemuan Covid-19 Varian Delta, Begini Penjelasan Dinkes
Sehubungan Lab Vektor alatnya tidak optimal, maka sampel dirujuk. Hasilnya dirilis berdasarkan asal pengirim, yang mengirim kan Salatiga
SERAMBINEWS.COM - Dinas Kesehatan Kota Salatiga menelusuri isu penemuan varian baru Covid-19.
Upaya itu dilakukan sehubungan beredar di media sosial soal telah ditemukannya Covid-19 varian delta di Salatiga.
"Kabar itu langsung ditelusuri, dan sudah ketemu jawabannya. Itu adalah sampel Kudus yang dikirim ke Laboratorium Vektor Salatiga," kata Siti saat dihubungi, Jumat (18/6/2021).
"Sehubungan Lab Vektor alatnya tidak optimal, maka sampel dirujuk. Hasilnya dirilis berdasarkan asal pengirim, yang mengirim kan Salatiga, laboratoriumnya maksudnya. Dari sekuens ketemu banyak itu dari Lab Salatiga tapi sampelnya berasal dari Kudus," sambungnya.
Kendati demikian, Siti mengakui hingga Jumat (18/6/2021) masih terjadi penambahan pasien positif Covid-19 secara signifikan.
"Ada penambahan 87 pasien positif, yang dinyatakan sembuh 35 orang, dan tiga orang meninggal dunia," jelasnya saat dihubungi.
Secara kumulatif, di Salatiga ada 5.052 kasus dengan rincian 732 pasien menjalani positif dan isolasi, 4.195 dinyatakan sembuh, dan 125 pasien meninggal dunia.
• Menteri Koperasi dan UKM : Aceh Miliki Koperasi Kopi Wanita Gayo yang Mendunia
• Cara Shireen Sungkar Didik Anak Menuai Pujian, Saat Jatuh Langsung Dianjurkan Berdoa
Siti menyampaikan melakukan koordinasi lintas sektor untuk memeriksa adanya keungkinan varian baru Covid-19 di antara pasien.
"Salatiga belum melakukan pemeriksaan, ini masih koordinasi," tegasnya. Dia kembali menegaskan pentingnya disiplin protokol kesehatan untuk melindungi diri dari Covid-19.
"Salatiga saat ini zona merah, lindungi diri, keluarga, dan semuanya dengan tetap mengenakan masker di manapun," kata Siti.(*)
Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Beredar Kabar Ada Temuan Covid-19 Varian Delta, Ini Kata Dinkes Salatiga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/vaksin-covid-19-di-mesir.jpg)