Breaking News:

Petani Tambak

Ribuan Hektare Tambak di Pidie Rusak, Petani Kian Susah Budidaya Udang

Tambak masyarakat telah rusak akibat beracun. Tambak itu beracun, lantaran penggunaan bahan racun dan sirkulasi air tidak maksimal

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Tambak petani di Simpang Tiga, Pidie rusak. 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Tsunami yang meluluhlantakkan pesisir Aceh tahun 2004 menyebabkan sektor tambak rusak.

Petani tambak di Pidie kian terjepit, lantaran tidak bisa membudidayakan udang windu.

"Tambak masyarakat telah rusak akibat beracun. Tambak itu beracun, lantaran penggunaan bahan racun dan sirkulasi air tidak maksimal," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie, H M Hasan Yahya, kepada Serambinews.com, Minggu (20/6/2021).

Ia menyebutkan, tambak petani harus dibenahi dengan melakukan pengerukan.

Polisi Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Areal Tambak, Sita Barang Bukti Sabu 1,3 Kg dari Rumah Bandar

Pasang Purnama Rusak Tambak di Pidie, Khawatir Ikan Peliharaan Lepas saat Pematang Jebol

Saat ini, sebut M Hasan, untuk memelihara udang windu tidak boleh dilakukan petani karena mati.

Petani hanya mengandalkan tambak untuk memelihara ikan bandeng dan mujair.

"Untuk pakan bandeng warga memberikan pakan ayam. Kalau dahulu kan ada lumut sebagai pakan alami di dalam tambak," jelasnya.

Ia menambahkan, luas areal tambak di Pidie 3.030 hektare dengan jumlah petani tambak 1.842 orang.

Tambak itu tersebar di Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Batee, Pidie, Kota Sigli, Simpang Tiga, Kembang Tanjong dan Glumpang Baro.

Sementara di Glumpang Baro, petani justru telah memelihara ayam potong di atas tambak.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved