Kamis, 30 April 2026

Internasional

Ucapan Selamat Terus Mengalir ke Presiden Terpilih Iran, Ebrahim Raisi, Memuji Pilihan Rakyat

Ucapan selamat terus mengalir untuk ulama ultrakonservatif Iran, Ebrahim Raisi seusai memenangkan pemilihan presiden Iran, bahkan sebelum hasil resmi

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Ulama ultrakonservatif Iran dan calon presiden Ebrahim Raisi melambai setelah memberikan suaranya untuk pemilihan presiden di ibukota Teheran pada 18 Juni 2021. . 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Ucapan selamat terus mengalir untuk ulama ultrakonservatif Iran, Ebrahim Raisi seusai memenangkan pemilihan presiden Iran, bahkan sebelum hasil resmi diumumkan.

Presiden moderat Iran Hassan Rouhani mengatakan penggantinya telah dipilih dalam pemungutan suara hari sebelumnya, tanpa menyebut pemenang yang diharapkan secara luas.

“Saya mengucapkan selamat kepada orang-orang atas pilihan mereka,” kata Rouhani.

"Selamat, saya akan datang nanti, tetapi kita tahu siapa yang mendapat cukup suara dalam pemilihan ini dan siapa yang dipilih hari ini oleh rakyat," tambahnya.

Dilansir AFP, Minggu (20/6/2021) dua kandidat ultrakonservatif lainnya, Mohsen Rezai dan Amirhossein Ghazizadeh-Hashemi secara eksplisit mengucapkan selamat kepada Raisi.

Baca juga: Baru Saja Terpilih, Mengapa Presiden Baru Iran Ebrahim Raisi Dianggap Sebagai Ancaman Bagi Israel?

"Saya mengucapkan selamat ... Raisi, dipilih oleh bangsa," kata Ghazizadeh-Hashemi, dikutip media Iran.

Rezai mentweet Raisi dapat membangun pemerintahan yang kuat dan populer untuk menyelesaikan masalah negara.

Satu-satunya reformis dalam persaingan, mantan gubernur bank sentral Abdolnasser Hemmati, juga men-tweet ucapan selamatnya kepada Raisi.

Raisi (60) akan mengambil alih dari Rouhani yang moderat pada saat republik Islam itu berusaha untuk menyelamatkan kesepakatan nuklirnya yang compang-camping.

Termasuk membebaskan diri dari hukuman sanksi AS yang telah mendorong penurunan ekonomi yang menyakitkan.

Raisi, kepala pengadilan yang sorban hitamnya menandakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad, dipandang dekat dengan pemimpin tertinggi berusia 81 tahun, Ayatollah Ali Khamenei.''

Sebagai pmilik kekuatan politik tertinggi di Iran.

Kandidat moderat dalam pemilihan presiden Iran telah mengakui dia kalah dari kepala kehakiman garis keras negara itu.

Mantan kepala Bank Sentral Abdolnasser Hemmati menulis di Instagram kepada kepala kehakiman Ebrahim Raisi.

Hemmati menulis:

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved