Bedah Buku
Penyair Aceh Sulaiman Juned Bedah Buku “Ruang Tunggu” Karya Maya Sandita
Seandainya Maya Sandita bertahan dan fokus di ranah cerpen, saya memastikan Maya akan menjadi penulis masa depan Indonesia yang diperhitungkan karya-k
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Sementara Muhammad Subhan menyebut cerpen-cerpen Maya Sandita berangkat dari hasil riset yang dilakukan penulisnya dengan sungguh-sungguh. Seperti pada cerpen “Tanya di Sepanjang Sungai, di Rimbun Hutan”, penulisnya langsung mendatangi lokasi untuk melihat bagaimana kondisi hutan di Rimbang Baling (Kampar, Riau) yang tak luput dari pembalakan liar dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.
“Begitupun pada cerpen “Penabur Bunga”, Maya melihat realitas kekinian ketika terjadi demontrasi besar-besar menolak RUU Omnibus Law, dan hal serupa dijumpai pada beberapa cerpen lainnya,” kata penulis Novel “Rumah di Tengah Sawah” itu.
Buku Kumpulan Cerpen “Ruang Tunggu” karya Maya Sandita diterbitkan Penerbit Egypt van Andalas, sebuah penerbit independen di Kota Padang Panjang, Sumatra Barat.
Di ranah kepenulisan, Maya Sandita dikenal sebagai sutradara, aktor, dan penulis.
Ia alumnus Prodi Seni Teater ISI Padangpanjang (2019). Beberapa cerpennya pernah diterbitkan dalam antologi juga media cetak lokal dan nasional.
Ia meraih Juara 1 dalam Lomba Menulis Cerita Rakyat Berbahasa Minangkabau tingkat provinsi yang diadakan Disbud Sumatera Barat, Juara1 Lomba Menulis Sastra Minangkabau Tema Kaba tingkat provinsi yang diadakan oleh Disbud Sumatera Barat, Juara 2 Lomba Menulis Cerita Rakyat Sawahlunto tingkat Nasional yang diadakan komunitas KOLOM Sawahlunto, dan Juara 1 Lomba Menulis Cerita Rakyat Berbahasa Minangkabau tingkat provinsi yang diadakan oleh Disbud Sumatera Barat (2018).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hvtbjh.jpg)