Sabtu, 2 Mei 2026

Padi IP 300

Pertengah Tahun 2021, Realisasi Tanam Padi IP 300 Capai 2.300 Hektare

Cut Huzaimah mengatakan, dirinya optimis target tanam padi program IP 300 (satu tahun tiga kali tanam padi) tahun ini seluas 3.800 hektar, bisa tereal

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
IST
Kepala Distanbun Aceh, Cut Huzaimah mengoperasikan mesin tanam padi pada saat kegiatan penanaman perdana padi IP300 di persawahan Gampong Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menyatakan, sampai posisi 21 Juni 2021 merealisasi tanam padi program IP 300 di lima daerah untuk musim tanam gadu tahun ini sudah mencapai 2.300 hektare, atau sebesar 60,53 persen dari targetnya 3.800 hektare.

Sementara untuk tanam padi non IP 300, bulan Juni ini, target tanamnya seluas 52.266 hektare.

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah yang didampingi Kabid Produksi Safrizal kepada Serambi, Senin (21/6) di Banda Aceh, ketika dimintai realisasi padi program IP 300 dan non IP 300.

Cut Huzaimah mengatakan, dirinya optimis target tanam padi program IP 300 (satu tahun tiga kali tanam padi) tahun ini seluas 3.800 hektar, bisa terealisir 100 persen.

Ada beberapa faktor pendukungnya, sebut Cu Huzaimah. Pertama lokasi tanam padi IP 300 yang anggaran pelaksanaan kegiatannya bersumber dari dana APBA 2021 itu, semuanya berada di lokasi sawah irigasi teknis, yang suplai airnya boleh dikatakan terjamin, dari mulai tanam benih, sampai mau panen.

Kedua, untuk kelompok tani yang masuk kegiatan tanam padi inti IP 300, mulai dari pengolahan tanah, pengadaan bibit dan pupuknya, disediakan.

Anggota kelompok taninya, tinggal melaksanakan kegiatan penanaman dan perawatan padi yang ditanam sampai panen.

Dalam pelaksanaan IP 300, kata Cut Huzaimah, mulai pengolahan tanah, penanaman dan pemanen nantinya pada bulan September 2021, semuanya menggunakan alat mesin pertanian.

Olah tanam, sebut Huzaimah, menggunakan traktor, tanam benih padi, menggunakan alat tanam mesin benih padi dan pada saat panen juga menggunakan mesin potong padi.

APBA 2021 Biayai Program Tanam Padi IP 300 di Lahan Seluas 3.800 Hektar di Aceh

New Sigupai IP-300 yang Aromatik,  Pulen, dan Super Genjah

Distan Aceh Kembangkan Program IP-300 di 300 Ha Lahan Petani Abdya, Bantuan Benih Telat Diberikan

Kelompok tani yang masuk dalam kegiatan tanam padi IP 300 untuk kegitan intinya, kata Cut Huzaimah, diberikan kemudahan, bantuan olah tanah, benih dan pupuk. Sementara yang masuk dalam kegiatan pendukungnya, hanya diberikan bantuan benih dan pupuk saja.

Sedangkan untuk pengolahan tanahnya, anggota kelompok tani membiayanya secara mandiri.

Program tanam padi IP 300 ini, kata Kadistanbun Aceh itu, sebenarnya mendidik dan menamkan karakter kepada anggota kelompok tani padi, untuk menjadi petani padi yang mandiri dan profesional.

Sebelum mereka menjadi petani yang mandiri dan professional, kata Cut Huzaimah, anggota kelompok tani perlu diberikan edukasi lebih dulu, bagaimana cara mengatur tanam padi tiga kali setahun untuk sawah irigasi teknis.

Kalau petaninya nanti, sudah mandiri dan professional, kata Cut Huzaimah, mereka akan melakukan hal yang sama, tanpa diberikan bantuan olah tanah, benih dan pupuk, karena manfaat dari tanam padiu IP 300 itu, memberikan peningkatan pendapatan bagi keluarga petani padi.

Program IP 300 ini, kata Cut Huzaimah, telah dimulai pada tahun 2019 lalu, seluas 500 hektar, di Kecamatan Indra Puri, Aceh Besar.

Tahun 2020, arealnya ditambah menjadi 1.000 hektar di Kecamatan yang sama.

Pada tahun 2021 ini Pemerintah Aceh, tidak lagi melaksanakan program tanam padi IP 300 di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, tapi pada tahun ini semua anggota kelompok tani di Kecamatan Indrapuri, yang pernah menerima kegiatan pelaksanaan tanam padi IP 300 tahun 2019 dan 2020, tetap tanam padi tiga kali setahun.

Ini artinya, kata Kadistanbun Aceh, edukasi dan penanaman karakter tanam padi tiga kali setahun di lokasi sawah irigasi tehnis di Kecamatan Indrapuri, sudah menjadi kebutuhan bagi anggota kelompok tani padinya.

Diharapkan, kata Cut Huzaimah, lima daerah yang menjadi sasaran tanam padi IP 300 tahun ini, yaitu Aceh Utara 1.000 hektar (inti 500 hektare dan pendukung 500 hektare), Aceh Timur 1.000 hektar, Pidie 600 hektar (inti 300 hektaer dan pendukung 300 hektare), Pijay 600 hektar dan Abdya 600 hektare, dua tahun kedepan, anggota kelompok tani pelaksana tanama padi inti maupun pendukung IP 300, bisa menjadi petani yang mandiri dan professional, tanpa ada kegitan IP 300, petaninya tetap tanam padi tiga kali dalam setahun.

Sementara itu, Kabid Produksi Distanbun Aceh, Safrizal mengatakan, target tanama padi pada musim gadu tahun 2021 ini targetnya sekitar 168.565 hektar.

Target tanam seluas itu, dibagi enam trahapan tanam. Dimulai bulan April targetnya tanam padinya seluas 13.955 hektare, Mei seluas 32.824 hektare, dan Juni seluas52.266 hektare.

Setelah berjalana tiga bulan, sebut Safrizal, pihaknya belum bisa melaporkan realisasi tanam padi musim gadu secara menyeluruh, karena masing-masing daerah belum melaporkan realisasi tanam bulannya ke Distanbun Aceh.

Untuk pelaksanaan kegiatan IP 300, kata Safrizal, realisasi tanamnya, bisa langsung diketahui bulanan, karena di lima daerah yang melaksanakan program tanama padi gadu IP 300, ada petugas yang ditunjuk untuk setiap minggu memonitoring perkembangan tanam padi gadu IP 300 di daerah dan wajib melaporkannya ke Distanbun Aceh.

Namun begitu, kata Safrizal, pihak sudah meminta masing-masing Distanbun Kabupaten/Kota yang ada melaksanakan kegiatan tanam padi gadu tahun ini, sudah diminta data realisasi tanam padi bulanannya.

“Data realisasi tanam padi gadu itu sangat penting, untuk bahan dasar perhitungan produksi gabah pada musim panen bulan September 2021 mendatang,”ujar Safrizal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved