Selasa, 14 April 2026

Internasional

Arab Saudi Jamin Kesejahteraan 800.00 Pekerja Migran Filipina di Kerajaan

Filipina dan Arab Saudi sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam reformasi ketenagakerjaan. Juga memastikan kesejahteraan lebih dari 800.000 pekerja

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Para pekerja migran Filipina di Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, MANILA - Filipina dan Arab Saudi sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam reformasi ketenagakerjaan.

Juga untuk memastikan kesejahteraan lebih dari 800.000 pekerja migran Filipina di Kerajaan.

Masalah tersebut dibahas oleh utusan khusus Presiden Rodrigo Duterte dan asisten presiden untuk urusan luar negeri, Robert Borje.

Bersama Menteri Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial Saudi, Ahmed bin Suleiman Al-Rajhi.

Duta Besar Filipina untuk Arab Saudi Adnan Alonto, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Buruh Migran Sara Lou Arriola, dan Asisten Menteri Luar Negeri Enrico Fos juga menjadi bagian dari diskusi tersebut.

Asisten Sekretaris Komunikasi Presiden untuk Urusan Media Global JV Arcena kepada Arab News, Senin (21/6/2021) mengatakan Borje dan Al-Rajhi menyoroti komitmen kedua negara.

Baca juga: Filipina Menunda Keputusan Membatalkan Pakta Pertahanan dengan Amerika Serikat

Untuk membuat kemajuan signifikan dalam reformasi tenaga kerja dan migrasi yang adil.

Borje mengatakan kepada Al-Rajhi bahwa Duterte menyambut Inisiatif Reformasi Tenaga Kerja (LRI) Arab Saudi, yang diperkenalkan pada Maret 2021.

Hal itu “sebagai langkah signifikan untuk mengatasi masalah dengan sistem sponsor yang ada di Kerajaan.

Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa inisiatif tersebut akan meningkatkan produktivitas dan daya saing pasar tenaga kerja di Kerajaan.

“LRI Arab Saudi terpuji, dan Presiden Duterte berharap pekerja rumah tangga Filipina akan dimasukkan dalam inisiatif reformasi,” kata Borje.

Dia menekankan komitmen Manila untuk bekerja sama dengan pemerintah Saudi dalam melaksanakan reformasi ketenagakerjaan.

Terutama untuk memajukan hak dan kesejahteraan pekerja migran.

Pada saat yang sama, Borje meminta dukungan pejabat Saudi untuk inisiatif lain untuk mendukung Pekerja Luar Negeri Filipina (OFWs) di Kerajaan.

Ini termasuk program repatriasi bagi OFW yang tertekan akibat pandemi COVID-19, upaya memperkuat Kedutaan Besar Filipina di Riyadh dan Konsulat Jenderal Filipina di Jeddah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved