Minggu, 3 Mei 2026

Empat LSM Minta Malaysia, Indonesia, dan Brunei Tetap Teguh Melawan Israel, Waspada Operasi Spionase

Sekelompok lembaga swadaya masyarakat (LSM) Malaysia mendesak Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk tetap konsisten dengan sikapnya.

Tayang:
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
AFP
Tiga wanita saling melakukan selfie dengan telepon selular dengan latar gedung hancur dirudal jet tempur Israel di Jalur Gaza, Palestina, Senin (24/5/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Sekelompok lembaga swadaya masyarakat (LSM) Malaysia mendesak Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk tetap konsisten dengan sikapnya terhadap isu Palestina.

Seruan itu disampaikan oleh empat LSM Malaysia dalam pernyataan bersama yang dirilis Senin (21/6/2021).

Kantor Berita Turki Anadolu Agency, Selasa (22/6/2021) memberitakan, empat LSM Malaysia yang mengeluarkan seruan tersebut adalah Dewan Permusyawaratan Organisasi Islam Malaysia (MAPIM), Masjid Dunia untuk Pembela Al-Aqsha (MANAR), Sekretariat Asosiasi Cendekiawan Regional Asia (SHURA), dan Sekretariat Palestina Malaysia.

“Kami bersikeras bahwa pemerintah tiga negara Islam di kawasan itu tidak boleh berkompromi dengan cara apapun dengan rezim Zionis Israel,” kata mereka.

“Pernyataan Israel bahwa mereka ingin menjalin hubungan dengan Malaysia, Indonesia, dan Brunei adalah tanda bahwa negara ilegal itu sedang menyusun agenda fokus khusus untuk tiga negara Islam di kawasan itu.”

Mereka menekankan bahwa posisi tidak ada afiliasi formal atau informal dari tiga negara dengan Israel harus dipertahankan.

“Tidak ada negosiasi yang bisa dilakukan dengan Israel. Israel perlu dibubarkan, tanah Palestina perlu dibebaskan. Ini satu-satunya solusi,” tambah mereka.

Baca juga: Mantan PM Belanda Mengundurkan Diri dari Partai, Kecewa karena Abaikan Penderitaan Rakyat Palestina

Waspada Operasi Spionase

Dalam pernyataan bersama itu, keempat LSM ini juga menyerukan perlunya kewaspadaan tiga negara mayoritas muslim di Asia Tenggara ini terhadap kemungkin operasi spionase oleh Zionis Israel.

Mereka menyatakan, tidak tertutup kemungkinan bahwa Israel menggunakan kedutaan besar mereka di negara-negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Filipina, untuk melakukan operasi spionase di wilayah Asia Tenggara.

Tetapi, kata mereka, orang-orang akan selalu waspada untuk memperingatkan pemerintah terhadap kompromi semacam itu.

"Upaya Israel untuk menjalin hubungan dengan pemerintah negara-negara Islam akan selalu dipantau. Kami sangat menolak setiap upaya normalisasi dengan rezim Zionis," demikian pernyataan bersama tersebut.

Baca juga: Setelah Gencatan Senjata, Kekerasan Israel terhadap Palestina Kembali Meningkat

Pernyataan Dubes Israel di Singapura

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Jerusalem Post, Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni, mengungkapkan bahwa Israel siap menjalin hubungan dengan tiga negara Muslim di Asia Tenggara, meskipun negara-negara tersebut mengutuk serangan ofensif Israel di Jalur Gaza bulan lalu yang menewaskan lebih dari 250 warga Palestina.

“Kami bersedia berbicara. Kami bersedia untuk bertemu, dan pintu terbuka sejauh yang kami ketahui. Saya rasa tidak sulit menemukan kami,” kata Karni.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved