Breaking News:

Berita Aceh Utara

Jaksa dan Pengacara Ajukan Banding Atas Vonis Hakim Terhadap Nelayan Aceh yang Jemput Rohingya

kasus nelayan aceh utara tolong rohingya. Akta permohonan banding tersebut diajukan jaksa dan pengacara terdakwa pada Jumat (18/6/2021)

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Foto Dok Kejari Aceh Utara
Tiga nelayan Aceh dan satu warga etnis Rohingya yang terlibat dalam kasus keimigrasian. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKONJaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara dan tiga nelayan Aceh menjemput puluhan warga etnis Rohingya di tengah laut pada tahun 2020, sama-sama mengajukan banding ke Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara

Akta permohonan banding tersebut diajukan jaksa dan pengacara terdakwa pada Jumat (18/6/2021). 

Namun, lebih dulu permohonan banding itu diajukan Indra Kusmeran SH pengacara tiga nelayan Aceh. 

Kemudian disusul Simon SH dari Kejari Aceh Utara. Pengajuan banding mereka juga tercatat dalam website sistem penelusuran perkara Pengadilan Negeri Lhoksukon. 

Baca juga: 3 Nelayan Aceh Utara yang Tolong Warga Rohingya di Tengah Laut Dihukum 5 Tahun Penjara

Diberitakan sebelumnya, majelis Hakim PN Lhoksukon, Aceh Utara pada 14 Juli 2021, menjatuhkan hukuman kepada tiga nelayan Aceh menjemputpuluhan warga etnis Rohingya di tengah laut pada Tahun 2020, dengan hukuman masing-masing lima tahun penjara. 

Karena menurut hakim tiga nelayan Aceh itu melanggar Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian JunctoPasal 55 KUHPidana.

Masing-masing terdakwa dalam kasus itu, Faisal Afrizal (43), nelayan asal Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. 

Baca juga: Panglima KPA Seluruh Aceh Berkumpul di Aceh Timur, Dihadiri Mualem, Ini yang Dibahas

Kemudian Abdul Aziz (31) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur dan Afrizal (26) warga Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara

Sedangkan satu lagi adalah, Shahad Deen warga Rohingya yang menetap selama ini di Medan. 

“Tiga terdakwa telah mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Aceh melalui kuasa hukumnya hari Jumat 18 Juni 2021,” tulis Humas PN Lhoksukon, Muhibuddin SH, yang diterima Serambinews.com, Selasa (22/6/2021). 

Disebutkan, jika jaksa juga mengajukan banding, tentu juga akan ditampung, karena jaksa dan pengacara sama-sama memiliki hak sama untuk melakukan upaya hukum. (*) 

Baca juga: Wakapolres Aceh Selatan Meninggal Dunia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved