Internasional

Kapal Induk Terbaru Inggris Kobarkan Perang melawan ISIS, Jet Tempur Rusia Coba Mengganggu

Kapal induk terbaru Inggris, HMS Queen Elizabeth membantu mengambil bagian terbesar dari perang melawan kelompok ISIS di Irak.

Editor: M Nur Pakar
AP
Sebuah pesawat F-35 lepas landas dari kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth di Laut Mediterania pada 20 Juni 2021. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Kapal induk terbaru Inggris, HMS Queen Elizabeth membantu mengambil bagian terbesar dari perang melawan kelompok ISIS di Irak.

Komandan Angkatan Laut Inggris mengatakan juga menggelitik minat pesawat tempur Rusia, yang mencoba mengawasi jet F-35 mutakhirnya dalam permainan “kucing-kucingan” dengan pilot Inggris dan AS.

Berbicara di atas kapal induk berbobot 65.000 ton pada penyebaran pertamanya, Komodor Steve Moorhouse mengatakan Inggris melakukan sebagian besar misi untuk menghapus sisa-sisa ISIS di Irak.

Karena AS mulai fokus pada penarikan pasukan dari Afghanistan.

“Saat ini, kami mengambil bagian terbesar dari operasi di Irak, yang fantastis, katakanlah, bulu di topi kami," jelas Moorhouse, seperti dilansir AP, Selasa (22/6/2021).

"Tapi sebuah pencapaian bahwa 'A', kami dipercaya dan 'B', bahwa kami mampu melakukan itu," kata Moorhouse kepada wartawan.

Ini adalah pertama kalinya sebuah kapal induk Inggris mendukung operasi militer langsung di darat lebih dari dua dekade.

Hal itu untuk memproyeksikan kekuatan militer Inggris dalam skala global.

Baca juga: Mantan Pengantin ISIS, Shamima Begum Memohon Dapat Kembali Pulang ke Inggris

Moorhouse mengatakan kapal induk itu menawarkan fleksibilitas kepada Inggris dalam cara melakukan operasi militer di luar negeri.

"Menjaga mereka yang ingin membahayakan dan kita tetap waspada," ujarnya.

Dia mengatakan Mediterania timur telah menjadi tempat diperebutkan selama dekade terakhir.

Hal itu mengingat kehadiran militer Rusia yang lebih berat di Suriah, yang mengakibatkan pertemuan reguler dengan kapal dan pesawat tempur Rusia.

“Kami melawan aktivitas Rusia, bukan dengan cara yang berbahaya atau agresif," ungkapnya/

"Tetapi Anda baru saja membuat orang lain di sini bermain di wilayah perairan dan udara yang tetap,” kata Moorhouse.

Baca juga: Mantan Kepala Penjara Inggris Ungkapkan Ekstrimisme Berkembang di Dalam Penjara

Dia menambahkan kapal perang Rusia telah datang dalam jarak 10 kilometer dari kapal induk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved