Breaking News:

Internasional

Mantan Kepala Penjara Inggris Ungkapkan Ekstrimisme Berkembang di Dalam Penjara

Sebuah serangan oleh mantan narapidana yang diradikalisasi sedang direncanakan di Inggris. Hal itu karena kurangnya kontrol atas ekstremisme

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Polisi menutup lokasi pemboman konser aktris Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris pada 2017 lalu. 

SERAMBINEWS.COM LONDON - Sebuah serangan oleh mantan narapidana yang diradikalisasi sedang direncanakan di Inggris.

Hal itu karena kurangnya kontrol atas ekstremisme di penjara negara itu, kata Ian Acheson, seorang mantan kepala penjara.

Dia telah melakukan tinjauan yang ditugaskan pemerintah terhadap ekstremisme di penjara.

Dia mengatakan serangan seperti yang dilakukan oleh teroris yang dihukum Usman Khan dan ekstremis Sudesh Amman kemungkinan akan terulang.

“Ada orang baik yang melakukan yang terbaik untuk memastikan kemarahan lain tidak akan terjadi,” kata Acheson.

“Tetapi menjadi baik tidak sama dengan melakukannya dengan baik," ujarnya.

"Khan lain sedang dalam proses,” ungkapnya.

Baca juga: Inggris Tarik Buku Sejarah di Seluruh Sekolah, Berisi Membela Perjuangan Palestina

Khan membunuh dua orang di London pada November 2019, kurang dari setahun setelah dibebaskan dari penjara.

Amman melakukan serangan pisau di ibu kota tiga bulan kemudian, beberapa hari setelah dia dibebaskan.

Ada serangan terhadap petugas penjara oleh sel ekstremis di HMP Whitemoor.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved