Internasional
Momen Emosional Keluarga Palestina-Jordania Bertemu di Seberang Sungai, Setelah 24 Tahun Berpisah
Sebuah Video menunjukkan momen emosional ketika satu keluarga Palestina dan keluarga Jordania bertemu satu sama lain di seberang sungai Jordania.
SERAMBINEWS.COM, AMMAN - Sebuah Video menunjukkan momen emosional ketika satu keluarga Palestina dan keluarga Jordania bertemu satu sama lain di seberang sungai Jordania.
Mereka telah dipisahkan selama 24 tahun setelah pembatasan perbatasan.
"Saya berharap bisa memelukmu, cintaku," kata Rana al-Salayme dalam rekaman yang diambil oleh Middle East Eye.
"Sayangku, aku tidak percaya bisa melihatmu lagi," ujarnya.
Baca juga: Inggris Tangkap Tiga Aktivis Pro-Palestina, Memaksa Masuk Pabrik Militer Israel
Dilansir The Independent, Selasa (22/6/2021), setelah 11 tahun berpisah , dia berbicara di seberang sungai yang mengalir, paling dekat dengan keluarganya.
Berbicara kepada media yang berkumpul dengan berlinang air mata, Salayme mengatakan:
“Ini adalah pertama kalinya saya melihat mereka dalam 11 tahun."
"Saya tidak bisa menggambarkan kepada Anda bagaimana perasaan saya."
"Aku bahkan tidak bisa berbicara."
“Yang kami minta hanyalah status kependudukan."
"Kami tidak menginginkan apa-apa lagi."
"Ini adalah hak asasi manusia yang paling mendasar.”
Baca juga: Pemukim Yahudi Usir Keluarga Palestina di Yerusalem hingga Terjadi Bentrokan
Sana Qassem, warga Jordania lain yang tinggal di Tepi Barat datang ke sungai Jordan untuk melihat keluarganya,
Dia mengatakan tidak menemui mereka setelah 24 tahun.
“Itu keluarga saya di sana," kata qQassem.
"Apakah Anda melihat saudara perempuan saya di sana dengan syal hitam? tanyanya.
"Saya bahkan tidak mengenalinya,” katanya.
""Perasaan saya? Aku tidak bisa menggambarkan perasaanku padamu," ungkapnya.
Baca juga: Jaksa Israel Dakwa Seorang Polisi Perbatasan, Membunuh Pria Palestina Autis Secara Sembrono
Ribuan orang yang telah pindah ke wilayah pendudukan tinggal bersama pasangan Palestina mereka di wilayah itu.
Mereka tidak diizinkan bergerak bebas karena larangan visa 'penyatuan keluarga' oleh Israel.
Setelah visa masuk awal mereka kedaluwarsa, mereka dibiarkan tanpa ID Palestina.
Berarti jika mereka pergi, mereka tidak akan diizinkan masuk kembali.(*)