Breaking News:

Berita Banda Aceh

Memaki Petugas di Lapangan, WH Polisikan Pemilik Salon

Petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh melaporkan pemilik salon ke Polresta Banda Aceh, Selasa (22/6/2021) malam. 

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
SERAMBI/MISRAN ASRI
ILUSTRASI - Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, menyegel Salon Angel di Jalan Sultan Hotel, Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (2/11/2020). 

Petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh melaporkan pemilik salon ke Polresta Banda Aceh, Selasa (22/6/2021) malam. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas Satpol PP dan WH Banda Aceh melaporkan pemilik salon ke Polresta Banda Aceh, Selasa (22/6/2021) malam. 

Hal itu karena, pelaku usaha salon memaki dan mengeluarkan kata-kata kotor terhadap petugas yang melakukan penertiban.

Video pekerja salah satu salon kecantikan di Simpang Surabaya Banda Aceh memaki petugas Satpol PP dan WH viral di media sosial dan mendapatkan kecaman dari warganet.

Dalam video itu, tampak dua wanita tanpa mengenakan jilbab yang diduga pekerja salon itu, marah-marah kepada petugas yang berada di depan salon tersebut.

Menurut informasi, mereka tidak terima kala salon tempat mereka bekerja disambangi oleh petugas WH.

Infonya, pada Senin (22/6/2021) menjelang tengah malam sekira pukul 23.20 WIB regu Kalong Satpol PPWH Kota Banda Aceh melakukan patrol menuju kawasan Simpang Surabaya.

Baca juga: Viral Petugas Dimaki-maki, Dewan Sesalkan Sikap Pemilik Salon Terhadap Petugas WH yang Bertugas

Pada saat melewati turunan fly over menuju Lueng Bata, para petugas mendapati masih ada salon yang masih beroperasi. 

Plt Kasatpol PP dan WH Banda Aceh, Heru Triwinarko mengatakan,  pihaknya sudah membuat laporan ke Polresta Banda Aceh.

Pelaku usaha salon kecantikan tersebut, dilaporkan karena dianggap melakukan penghinaan terhadap institusi Satpol PP dan WH.

Sementara, Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh, Musriadi mendukung tindakan regu kalong Satpol PP-WH Banda Aceh yang melakukan patroli untuk menertibkan usaha kecantikan yang masih beroperasi hingga larut malam.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya, dalam melaksanakan pengawasan terhadap penerapan Syariat Islam di kota Banda Aceh.

"Penghinaan dan caci maki terhadap personel Satpol PP-WH Kota Banda Aceh saat melaksanakan tugas oleh pemilik salon dan para pekerjanya adalah bentuk perlawanan terhadap pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh," katanya.

Musriadi mengatakan, kasus ini tidak bisa dibiarkan dan harus ada sanksi hukum yang tegas terhadap mereka sebagai efek jera. (*)

Baca juga: Dua Salon Bakal Disegel,  Langgar Syariat Islam

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved